Tiap Tahun Kendal Surplus Beras, Bupati Mirna Minta Petani Optimalkan Varietas Benih
Panen Raya Padi Varietas Inpago Unsoed 1 di Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung dimulai.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Panen Raya Padi Varietas Inpago Unsoed 1 di Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung dimulai. Panen raya itu dipimping oleh Bupati Kendal Mirna Annisa didampingi Komandan Kodim 0715 Kendal Letkol Czi Hendro Edi Busono, Kepala Dinas Pertanian IDiah Aning Budiarti dan Muspika Pageruyung, Rabu (18/10/2017).
Acara dihadiri juga para camat dan kepala desa se-Eks Pembantu Bupati Wilayah Selokaton.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada para petani yang telah berhasil memelihara padi hingga panen.
Dia berharap panen raya tersebut dapat memotivasi para petani untuk lebih meningkatkan luas tanam dan mengelola varietas padi yang lebih baik, sehingga akan dicapai peningkatan produksi yang tinggi, untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani padi.
"Untuk mencapai swasembada pangan, kepada Dinas Pertanian dan Pangan saya minta untuk melakukan pengembangan sarana dan prasarana pertanian seperti pembangunan jalan usaha tani, pembangunan jaringan pengairan, penyediaan alat dan mesin pertanian, peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian." kata Bupati Mirna dalam rilis kepada tribunjateng.com, Kamis (19/10/2017)
Mirna juga menyampaikan pada para petani, agar mengelola lahan secara optimal dengan varietas benih yang bagus agar produksi meningkat, jalinlah kerjasama dengan berbagai mitra usaha di bidang pertanian.
Dan kepada para penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani, agar terus menerus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada para petani, sehingga para petani akan terbantu dalam menerapkan teknologi tepat guna dalam meningkatkan hasil panen yang semakin meningkat dan swasembada padi tercukupi.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Diah Aning Budiarti menyampaikan, padi Varietas Inpago Unsoed 1 merupakan varietas padi gogo unggul yang tahan terhadap kekeringan dan bersifat aromatik dengan umur tanaman kurang lebih 110 hari setelah sebar.
“Kabupaten Kendal memiliki Luas Baku Lahan Sawah Pertanian 25.989 hektar dengan rencana tanam padi tahun 2017 sebesar 46.743 hektar, rencana panen 45.066 hektar, rencana produktivitas 58,17 kuintal per hektar dan rencana produksi 262.164 ton GKG (Gabah Kering Giling).
Realisasi panen dari Januari sampai September sebesar 40.611 hektar dengan produksi sebesar 206.098 ton GKG (Gabah Kering Giling),” paparnya.
Lebih lanjut Diah Aning menyatakan, ketersediaan beras mengalami fluktuasi, tahun 2013 sebesar 133.770 ton beras dan tahun 2016 sebesar 147.585 ton beras.
Sementara konsumsi beras meningkat dari tahun 2013 sebesar 79.948 ton beras menjadi pada tahun 2016 sebesar 80.393 ton beras.
"Meskipun tiap tahun Kabupaten Kendal mengalami surplus beras namun tetap perlu mempertahankan Luas Baku Lahan Sawah dan peningkatan produksi padi yaitu dengan penggunaan padi varietas unggul baru," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-mirna-annisa-pimpin-panen-raya-padi-varietas-inpago_20171019_141417.jpg)