Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Mengintip Markas Sindikat Scam Internasional di Sukoharjo, Warga Mengira Kantor Konsultan

Ruko di Jalan Ir Soekarno, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo ternyata menjadi markas sindikat scam jaringan internasional.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
tribun solo/ANANG MARUF
PENGGEREBEKAN RUKO - Sebuah ruko tiga lantai di Jalan Ir Soekarno, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo digerebek polisi dari Polda Jateng pada Rabu (20/5/2026). Ruko ternyata telah menjadi markas sindikat penipuan online (scam) internasional. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi gerebek ruko yang menjadi markas sindikat penipuan online jaringan internasional di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (20/5/2026).
  • Warga mengira ruko tersebut selama ini hanyalah sebuah kantor konsultan trading.
  • Total ada 38 orang yang ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan Ditressiber Polda Jateng itu.

 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Warga di sekitar Jalan Ir Soekarno, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo tak menyangka jika sebuah ruko tiga lantai itu telah menjadi markas sindikat penipuan online (scam) internasional.

Mereka awalnya sekadar tahunya ruko tersebut adalah kantor konsultan trading. 

Warga baru tersadar seusai ruko tersebut digerebek polisi bersama petugas imigrasi pada Rabu (20/5/2026) pagi.

Total ada sekira 38 orang ditangkap, baik itu WNI maupun WNA yang berada di dalam ruko tersebut.

Baca juga: Anak Laporkan Ayah Kandung ke Polres Sukoharjo, 9 Tahun Layani Nafsu Bejat Pelaku

Kasus Pokir Fiktif, Ketua DPRD Banyumas Minta Fraksi PDIP Istirahatkan Samsudin Tirta

Ya, sebuah ruko tiga lantai selama ini telah menjadi lokasi operasi sindikat penipuan online (scam) jaringan internasional berkedok kantor konsultan trading.

Dalam penggerebekan itu , aparat menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik penipuan daring lintas negara bermodus investasi kripto fiktif.

Minggu (24/5/2026), kondisi ruko tampak tertutup rapat dengan pintu utama digembok. Tidak terlihat aktivitas apa pun di dalam bangunan tersebut.

Dari bagian depan juga tidak terdapat papan nama perusahaan maupun garis polisi seusai penggerebekan.

Warga sekitar tidak mengetahui aktivitas sebenarnya di dalam ruko tersebut.

Selama ini, mereka mengira bangunan itu hanya digunakan sebagai kantor konsultan atau administrasi biasa.

“Saya juga tidak tahu itu kantor apa. Pernah saya tanya, katanya konsultan trading."

"Aktivitasnya mulai pukul 08.00 hingga pukul 23.00,” ungkap ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya seperti dilansir dari TribunSolo.com, Minggu (24/5/2026).

Menurut dia, penggerebekan dilakukan pada pagi hari dengan melibatkan aparat kepolisian dan petugas Imigrasi.

Warga baru mengetahui adanya dugaan aktivitas ilegal setelah aparat datang melakukan operasi besar-besaran.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved