Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dini Hari, Susilo Tak Tahan Lihat Erna Tidur Pulas di Kamar. Lalu. . .

Erna tinggal seatap dengan pelaku, di Desa Pagerdawung RT 02 RW 02, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal

Tayang:
Penulis: dini | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/DINI SUCIATININGRUM
Muh Susilo yang tusuk keponakan diperiksa Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar di Mapolres Kendal, Minggu (22/10/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Susilo (41), warga Desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, tega menganiaya kemenakannya sendiri, Erna Juliawati (18).

Susilo menusuk perut Erna sehingga perempuan itu terluka dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Kendal selama dua hari.

Akibat perbuatannya itu, Susilo kini mendekam di sel Mapolres Kendal.

Kepada polisi, Susilo berdalih, dia kesal karena sang kemenakan selalu terlambat membayar kredit sepeda motor.

Padahal, kredit tersebut menggunakan nama Susilo.

Saat dimintai keterangan di Mapolres Kendal, Minggu (22/10), Susilo mengaku kesal karena pihak leasing selalu mengejar-ngejarnya lantaran tindak korban yang telat membayar angsuran.

"Memang Erna selalu bayar tapi telat terus hingga akhirnya sepeda motornya ditarik pihak leasing," kata Susilo.

Susilo mengaku, kekesalannya memuncak, pada Jumat (29/9) pukul 03.45 dini hari. Saat itu melihat Heni tidur pulas di kamar.

Erna tinggal seatap dengan pelaku, di Desa Pagerdawung RT 02 RW 02, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal.

Saat pelaku memegang punggung korban, Erna terbangun dan secara refleks menepis tangan pelaku.

Erna kemudian berteriak sambil berlari minta tolong. Pada saat itulah, Susilo memukul tengkuk korban dengan batu bata dan kemudian menusuk perut korban dengan pisau hingga luka.

Akibat tusukan itu, Erna juga menderita luka di tangan kiri.

Beruntung warga yang mendengar teriakan korban langsung mendobrak pintu. Saat itu pelaku langsung kabur melalui jendela.

Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengungkapkan, untuk sementara motif tersangka merasa dilecehkan karena dia sering membantu korban, termasuk mengupayakan kredit sepeda motor.

Namun karena korban selalu terlambat mengangsur kredit, pihak leasing selalu menanyakan kepada pelaku pelaku. Kredit sepeda motor untuk korban itu atas nama pelaku.

"Pelaku tidak terima nama baiknya tercemar, maka dia menganiaya keponakannya tersebut," kata Aris.

Menurut Aris, pelaku terus menyangkal ingin menyetubuhi kemenakan saat itu. Pelaku berdalih, dia jengkel pada korban.

"Kami akan dalami kasus ini, " imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved