Penyaluran Dana KUR 2017 Menurun Padahal Jateng Disediakan Rp 15 Triliun
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2017 ini diprediksikan akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2017 ini diprediksikan akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, hingga bulan September 2017 tercatat penyaluran KUR hanya mencapai sekitar Rp 5,9 triliun di Jawa Tengah.
"Kemungkinan penyaluran KUR hingga akhir tahun akan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu," jelas dia, Senin (23/10/2017).
Padahal, kata dia, pemerintah telah meningkatkan plafon KUR pada 2017 di Jawa Tengah menjadi 15 triliun.
"Penyerapan KUR di Jateng pada tahun lalu sangat besar sekitar 25 persen dari angka nasional, makanya plafonnya tahun ini ditambah," jelas dia.
Jumlah peningkatan plafon KUR pada 2017 sebesar Rp 5 triliun dibandingkan tahun lalu yang plafonnya hanya sekitar Rp 10 triliun.
Penambahan plafon itu, juga disebabkan penyerapan KUR 2016 lalu yang realisasinya mencapai angka Rp 16 triliun.
"Tahun lalu plafon KUR-nya hanya Rp 10 triliun tapi realisasinya sampai Rp 16 triliun. Sedangkan sekarang ditambah plafonnya tapi penyerapannya malah berkurang," ucap dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-itung-uang-rupiah_20171023_135503.jpg)