Khoerudin Terduga Teroris, Biasa Ngajar Hafalan Alquran dan Jualan Sandal
Sosok Khoerudin Terduga Teroris, begini kesaksian pemilik pondok pesantren, tempat dia dia mengajar
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemilik Pondok Pesantren Salamatul Qolbi, H Mastur Darori mengungkapkan terduga teroris Muhammad Khoerudin (34) yang ditangkap Densus 88 (24/10/2017) merupakan satu diantara staff pengajar di ponpesnya.
"Dia sudah mengajar selama tiga tahun, selain di pondok saya, dia juga mengajar di pondok-pondok lain," ujarnya, Rabu (25/10/2017).
Menurutnya, Khoerudin sosok yang menyenangkan, bukan orang yang tertutup, dan dia ramah ke semua orang
Mastur menambahkan tidak ada gerak-gerik aneh yang diperlihatkan Khaerudin
"Sudah tiga tahun dia mengajar. Kesehariannya selain ngajar juga jualan sandal di pasar Kendal," terangnya
Khoerudin juga sering menginap di pondok pesanten setelah mengajar hafalan anak-anak kecil.
Mastur menuturkan, ponpes yang ia pimpin memiliki 40 santri, mayoritas adalah anak-anak tidak mampu, yang fokus hafalan Alquran.
"Saya cuma heran, tinggalnya di Sukorejo tapi mengapa anak-anaknya sekolah di Patean yang jauh, padahal PAUD di sini ada," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Densus 88 menangkap satu keluarga terduga teroris di Dusun Paturen, Desa Pagersari, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Selasa (24/10). Terduga teroris bernama Muhammad Khoerudin (34) warga Desa Trimulyo RT 2 RW 1 Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal. Dia ditangkap bersama istri, Ardiyati dan anaknya di sebuah gang kampung. Khoerudin ditangkap saat mengantar sekolah anaknya yang duduk di PAUD Al Istikomah sekitar pukul 07.00 WIB. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/densus-88-tangkap-sekeluarga-termasuk-anak-paud_20171024_183938.jpg)