Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SATU HARI, Densus 88 Tangkap Sembilan Terduga Teroris di Empat Provinsi

Densus 88 menangkap satu keluarga terduga teroris di Dusun Paturen, Pagersari, Patean, Kabupaten Kendal, Selasa (24/10)

Tayang:
Penulis: dini | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/DINI
FOTO DOKUMEN Tim Gegana dan Polres Kendal Menyisir Rumah Irsyad Terduga Teroris di Randusari Kecamatan Rowosari, Selasa (11/04/2017) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Detasemen Khusus 88 Anti Teror menangkap satu keluarga terduga teroris di Dusun Paturen, Desa Pagersari, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Selasa (24/10)

Terduga teroris bernama Muhammad Khoerudin (34) warga Desa Trimulyo RT 2 RW 1 Kecamatan Sukorejo ditangkap bersama istri, Ardiyati Novia Setianingsih dan anaknya di sebuah gang kampung. Khoerudin ditangkap saat mengantar sekolah anaknya yang duduk di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Al Istikomah sekitar pukul 07.00 WIB.

Sontak penangkapan satu keluarga tersebut menggegerkan warga sekitar. Marsiyah mengungkapkan saat penangkapan dia masih menyapu lantai teras rumahnya. Dia tidak tahu persis kejadiannya karena berlangsung cepat.

"Saya cuma lihat ada laki-laki berjenggot, wanita bercadar, juga anak kecil berseragam PAUD dicegat dan langsung dimasukkan mobil Innova," ujarnya.

=======================================
Densus menangkap 9 terduga teroris di empat wilayah, Selasa (24/10)

Sulawesi Selatan
- Bakri alias Bakri Baroncong alias Aslam alias Pak Nur (Luwu Timur).

Pekanbaru
- Yoyok Handoko alias Abu Zaid
- Wawan alias Abu Afif
- Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim
- Handoko alias Abu Buchori
- Nanang Kurniawan alias Abu Aisha.

Jawa Tengah
- Muhammad Khoerudin
- Hasby

Jawa Timur
- Hendrasti Wijanarko alias Koko alias Jarwoko alias Lir Ilir.
=======================================

Marsiyah, warga RT 2 RW 3, menambahkan mobil Innova putih tersebut memang sudah terparkir di depan rumahnya sejak subuh. Namun dia tidak menyadari mobil tersebut dikendarai densus 88.

"Saya nggak tahu jumlahnya berapa dan nggak tahu kalau Densus 88 soalnya pakai baju biasa nggak seragam, tapi yang pakai kendaraan pakai penutup kepala hitam," imbuhnya.

Suyoto, warga lainnya, mengatakan saat kejadian kondisi jalan gang kampung tersebut relatif sepi.

Dia menerangkan saat penangkapan, saat sepeda motor yang dikendarai Khaerudin dicegat mobil dan beberapa sepeda motor..

"Kejadiannya cepat banget, saat Khaerudin tiba di gang ini tiba-tiba ada mobil putih melaju dari arah Barat sedangkan di sebelah Timur ada banyak sepeda motor, dia bersama istri dan anaknya langsung dimasukkan dalam mobil putih dan tanpa perlawanan," ujarnya.

Laki-laki paruh baya tersebut menyatakan dia memang sering melihat Khaerudin mengantar dan menjemput sekolah anaknya tiap hari.

Kendati demikian, Suyoto tidak mengetahui alamat Khaerudin, hanya ada informasi mengontrak sebuah rumah di Sukorejo. "Dia bukan warga sini," imbuhnya.

Kapolsek Patean AKP Abdullah Umar mengatakan ada penangkapan terduga teroris di wilayah Dusun Paturen.

“Benar telah terjadi penangkapan terduga teroris di Dusun Paturen oleh Densus 88," terangnya singkat.

Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya, yang saat ini berada di luar kota, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada warga Kendal yang ditangkap Densus 88 kemarin.

"Langsung dibawa oleh tim Densus 88 ke Semarang selanjutnya ke Jakarta," ujarnya singkat.

Hingga kemarin belum diketahui nasib Khoerudin bersama istri dan anaknya yang masih sekolah di PAUD.

Dari informasi yang diperoleh, penangkapan terduga teroris tersebut, terkait kelompok jaringan teroris Abu Roban. Kelompok ini sempat terlibat baku tembak dengan petugas di Tuban Jawa Timur beberapa bulan lalu.

Empat Wilayah

Jelang akhir tahun, Detasemen Khusus 88 meringkus sejumlah terduga teroris. Sedikitnya, sembilan teroris ditangkap. Para terduga teroris ini diciduk di empat wilayah Tanah Air.

"Operasi penindakan serentak yang dilakukan pada hari ini, Selasa tanggal 24 Oktober 2017 di beberapa wilayah Indonesia berhasil menangkap sembilan orang tersangka terorisme," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, Selasa (24/10).

Menurutnya, sembilan teroris ini ditangkap di Sulawesi Selatan, Pekanbaru, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia menjelaskan, saat menggelar operasi di Sulawesi Selatan, Densus menangkap Bakri alias Bakri Baroncong alias Aslam alias Pak Nur.

Sementara di Jawa Timur, Densus meringkus Hendrasti Wijanarko alias Koko alias Jarwoko alias Lir Ilir. Sedangkan di Jawa Tengah, Densus menangkap Muhammad Khoirudin dan Hasby.

Penangkapan terbanyak dilakukan Densus 88 di Riau. Lima terduga teroris yang ditangkap antara lain Yoyok Handoko alias Abu Zaid, Wawan alias Abu Afif, Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim, Handoko alias Abu Buchori, dan Nanang Kurniawan alias Abu Aisha.

"Untuk selanjutnya dilakukan akan intrograsi terhadap yang bersangkutan," kata Rikwanto.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengamini perihal penangkapan terduga teroris Hendrasti Wijanarko. Hendrasti Wijanarko ditangkap di Desa Bangunasri, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

"Selain mengamankan seorang terduga teroris bernama Hendrasti Wijanarko (32), tim juga menggeledah rumahnya," ujar Frans seraya menyebut, terduga teroris diamankan di Makoden C Satbrimobda Jatim di Kota Madiun.

Informasi yang dihimpun, terduga teroris ditangkap di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan sekitar pukul 11.25 WIB. Usai ditangkap, tim menggeledah kediaman Hendrasti di Dukuh Bangunsari.

Dari rumah terduga teroris, tim mengamankan dompet, ponsel, sepeda motor, komputer, dan printer. (Tribunjateng/cetak/Dni/tribunnews/fah/kps)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved