Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KUMPULAN Kisah Suka Duka Mahasiswa Indonesia Belajar di Luar Negeri

Selagi masih muda, harus berani mencoba banyak hal dan mencari pengalaman seluas-seluasnya

Tayang:
Penulis: Nur Rochmah | Editor: iswidodo
tribunjateng/nur rochmah/ist
Firas Sabila Nurdini (22), mahasiswi Undip mengikuti pertukaran mahasiswa di Kagoshima University, Jepang selama setahun. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Selagi masih muda, harus berani mencoba banyak hal dan mencari pengalaman seluas-seluasnya. Prinsip itu mengantarkan Firas Sabila Nurdini (22), mahasisi Universitas Diponegoro mengikuti pertukaran mahasiswa ke Kagoshima University, Jepang selama setahun.

Selama di Jepang, Firas dituntut untuk melakukan segalanya sendiri, termasuk soal memecahkan persoalan finansial yang dihadapi.

Menurutnya, biaya hidup di Jepang mencapai lima kali lipat dibanding di Semarang. Terlebih ia hanya mendapat beasiswa parsial (sebagian) tidak full scholarship.

Selama di Jepang, Firas dituntut untuk melakukan segalanya sendiri, termasuk soal memecahkan persoalan finansial yang dihadap
Selama di Jepang, Firas dituntut untuk melakukan segalanya sendiri, termasuk soal memecahkan persoalan finansial yang dihadap (tribunjateng/nur rochmah/ist)

Untuk mencukupi kebutuhan finansialnya, Firas pun harus bekerja paruh waktu di Negeri Sakura.
Senin (23/10) lalu ia menceritakan bahwa pernah bekerja menjadi kasir, penjual makanan, mengajar Bahasa Indonesia dan Inggris, hingga jadi tukang kebun.

Namun hal itu tidak membuatnya mengeluh. Justru, ucap dia, bekerja paruh waktu di negeri orang sekaligus menimba ilmu bikin ia lebih kuat dan mandiri.

"Saya tidak ingin merepotkan orang di rumah," kata dia.

Meski harus bekerja, Firas tidak melupakan tujuannya utamanya menimba ilmu di Jepang. Selain belajar bahasa Jepang, ia juga belajar tentang kebudayaan masyarakat Jepang, sejarah, dan pendidikan.

"Saya tertarik dengan pendidikan di negeri ini. Jadi, saya sering mengunjungi sekolah-sekolah di Jepang untuk belajar dan mencari tahu banyak hal," sambungnya.

Mengalami kendala saat belajar di luar negeri juga pernah dialami Muhamad Affin Bahtiar yang pada 2015 lalu berkesempatan mengikuti program pertukaran mahasiswa ke Amerika Serikat.
Pertukaran mahasiswa itu merupakan program dari Kementerian Pertahanan Indonesia dan Departement of Defence Amerika. Kala itu, ia tengah menempuh pendidikan pascasarjana tentang pertahanan Indonesia.

Cuaca di Negeri Paman Sam itu jadi tantangan tersendiri baginya.

Menurut alumni Universitas Indonesia (UI) itu, temperatur di wilayah tempat tinggalnya di Monterey California hanya berkisar 3 derajat bahkan kadang -4 derajat celcius. Tentu sangat beda jauh dibanding suhu di Indonesia.

"Awalnya di Amerika sempat kaget karena perbedaan bahasa, budaya, makanan, suhu dan lainnya. Tapi, pada akhirnya perlahan-lahan saya pelajari dan pahami, lalu mulai beradaptasi," ujar Affin.

Namun, dengan menempuh pendidikan di Amerika, ia jadi tahu perilaku positif orang Amerika ketika di tempat makan. Menurutnya, masyarakat di Amerika terbiasa mengambil makan dan membuang sisa makanannya ke tempat sampah sendiri. Kebiasaan seperti itu, ucap dia, belum pernah ditemuinya di Indonesia.

Sedikit berbeda dengan Masduki Khamdan Muchamad, alumni dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), yang kini tengah melanjutkan kuliah di jurusan Software Engineering and Intelligence, Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Malaysia. Masduki mengatakan, bagi warga Indonesia, belajar di Malaysia tidaklah terlalu berat lantaran kemiripan budaya dan bahasa.

"Kesulitannya sama seperti anak rantau pada umumnya. Di sini harus mandiri," ujarnya. (nrh)
Sedangkan bagi pelajar yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri, langkah awal yang harus dilakukan adalah keberanian untuk mendaftar. Menurut mereka, tiap anak Indonesia punya kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan di luar negeri. (tribunjateng/nur rochmah)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved