Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

3 Makam di Tengah Proyek Tol Batang-Semarang. Begitu Alat Berat Beroperasi, Ini yang Dialami Petugas

Tiga makam tersebut berada di tengah proyek jalan tol. Tanah di sisi kanan makam sudah dikeruk

Penulis: dini | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Makam tokoh masyrakat yang dianggap sesepuh ini berada di tengah proyek Jalan Tol Batang Semarang, Selasa (31/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tidak hanya di Dukuh Grogol, Desa Protomulyo, tiga makam yang berada di Dukuh Penjor, Desa Nolokerto urung dipindah meski terkena proyek Jalan Tol Batang-Semarang.

Tiga makam tersebut berada di tengah proyek jalan tol. Tanah di sisi kanan makam sudah dikeruk. Sedangkan sebelah kiri belum diratakan karena untuk akses jalan sementara.

Juru kunci makam Mbah Rumi (65) menerangkan bahwa tiga makam tersebut merupakan makam sesepuh pendiri desa tersebut.

Makam Buyut Sukiyah dan Somertokadi berada di sebuah rumah kayu kecil. Sedangkan Makam Buyut Marman berada di luar.

"Tokoh yang ada di makam tersebut merupakan tokoh penting desa ini, " paparnya, Selasa (31/10/2017).

Rumi menjelaskan dahulu sebelum makam tersebut dipugar atau dirawat, kehidupan warga sangat susah bahkan untuk sekedar makan.

Makam tokoh masyrakat yang dianggap sesepuh ini berada di tengah proyek Jalan Tol Batang Semarang,  Selasa (31/10/2017).
Makam tokoh masyrakat yang dianggap sesepuh ini berada di tengah proyek Jalan Tol Batang Semarang, Selasa (31/10/2017). (Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum)

Tetapi sesudah dirawat dan diruwat, perekonomian warga lambat laun meningkat.

"Semua memang atas izin Allah tapi buktinya setelah makam tersebut dirawat, warga sini rezekinya lancar," paparnya.

Tak pelak, makam tersebut ramai didatangi peziarah dari berbagai kota/kabupaten serta kalangan mulai pejabat, perangkat desa, juga warga yang mempunyai keperluan.

Terkait pembangunan jalan tol, dia berharap makam tersebut tidak dibongkar pasalnya warga tidak ada yang berani.

"Kalau jadi dibongkar resiko ditanggung, saya kasihan sama pihak tok nantinya kemarin aja petugas alat berat langsung sakit usai mengeruk tanah di samping makam, "ungkapnya.

Ketua RT 3 Desa, Sajam menambahkan tanah wakaf tersebut sebenarnya sudah dibayar sebesar Rp 91 juta namun warga tidak berani membongkar.

"Kami serahkan pada Waskita kalau mau bongkar kami siap cari tanah penggantinya, "katanya.

Sementara Humas PT Waskita Seksi IV Totok membenarkan bahwa makam tokoh ulama di Dukuh Grogol dan Tokoh masyarakat di Dukuh Penjor terkena proyek Jalan Tol.

Dia menegaskan bahwa pihaknya belum membongkar makam tersebut karena menyerahkan pembongkaran pada warga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved