Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Belum Semua Pedagang Pindah, Suasana Pasar Rejomulyo Lengang

Suasana di Pasar Relokasi Rejomulyo, Kota Semarang, Selasa (31/10/2017), terpantau lengang.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
tribun jateng/desta leila kartika
Suasana Pasar Rejomulyo di lantai dua, Selasa (31/10/2017), terlihat lengang. Masih banyak pedagang yang belum bersedia menempati los dan kios, terutama di lantai satu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana di Pasar Relokasi Rejomulyo, Kota Semarang, Selasa (31/10/2017), terpantau lengang. Hanya terlihat beberapa pedagang dan pembeli di kios lantai dua.

"Keadaan pasar memang sepi, Mbak. Apalagi, yang bawah masih belum ada isinya karena pedagang belum mau pindah. Yang sudah isi di lantai atas. Itupun belum banyak, paling pedagang sayuran, ayam, pakaian, dan sembako," ungkap seorang pedagang yang enggan menyebut namanya, kepada Tribunjateng.com.

Dia berharap, pedagang di Pasar Rejomulyo lama atau Pasar Kobong, segera pindah. Sehingga, suasana Pasar Rejomulyo saat ini semakin kondusif.

"Saya berharap, keadaan segera membaik. Kalau memang untuk kebaikan bersama, ya sudah, pedagang pindah semua di pasar relokasi ini. Karena payah juga kalau keadaan pasar sepi terus seperti ini," keluhnya.

(Baca: Gugatan Ditolak PTUN, Pedagang Pasar Kobong Dimita Segera Tempati Pasar Rejomulyo Baru)

Kepal Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwanto, mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satwiga Mustika Naga terkait pembongkaran Pasar Rejomulyo.

"Saya hanya ingin, pedagang mengikuti aturan pemkot karena pembangunan Pasar Rejomulyo itu sudah maksimal," ujar Fajar saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Fajar pun meminta pedagang tak lagi menempuh jalur hukum pasca-gugatan ke pengadilan yang mereka ajukan terkait relokasi, ditolak.

"Tak usah banding-banding lagi karena tanah yang lama, sejak 2006, sudah di-setting untuk ruang hijau. Tapi, karena mereka sudah banding, ya kami tinggal menunggu keputusan. Menurut saya, tidak usah menentang kebijakan pemerintah karena pasti ada itikad baik dari kami," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved