Cara Mudah Rawat Mobil Tetap Tampil Kinclong di Musim Penghujan
Mudah untuk dilakukan adalah mencuci mobil. Supaya tetap bersih dan tidak mudah berkarat saat terkena air hujan.
Penulis: Nur Rochmah | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbagai upaya dilakukan untuk melakukan perawatan mobil ketika menghadapi musim penghujan. Karena perawatan ini mestinya membutuhkan penanganan yang super ekstra.
Pasalnya, berbeda saat musim kemarau yang membuat kondisi kendaraan tetap kering. Namun, turunnya curah hujan yang cukup tinggi saat hujan, membuat beberapa pengguna kendaraan roda empat sedikit was-was.
Selain menjaga kebersihan mobil supaya terlihat tetap kinclong, upaya pencegahan karat pada bodi mobil juga penting. Kondisi lembab juga menjadi pemicu munculnya jamur dan karat lalu menjadi keropos. Sehingga hal ini bisa mengurangi nilai jual pada mobil nantinya.
Nah, satu di antara hal sederhana yang mudah untuk dilakukan adalah mencuci mobil. Supaya tetap bersih dan tidak mudah berkarat saat terkena air hujan.
Hal ini juga diterapkan oleh Frenky, wirausahawan muda yang punya hobi otomotif. Musim penghujan menjadikannya ia lebih sering mencuci mobil.
"Agar tampilan mobil lebih terjaga, saya menggunakan ceramic coating. Selain itu juga seminggu sekali melakukan pencucian di tempat cuci mobil langganan," ujar Frenky kepada Tribunjateng.com, ditemui Kamis (26/10) siang.
Tak hanya itu saja, tampaknya Frenky juga memberlakukan beberapa aturan sederhana yang dirasa sebagai bentuk antisipasi.
Katanya, sebisa mungkin ia mengusahakan agar mobilnya tidak menerjang banjir, atau genangan air rob yang notabenenya mengandung garam dari laut.
Jika memang terpaksa, setelah menerjang banjir ia akan langsung mencoba service ke dealer apabila dirasa ada yang berbeda.
"Ketika mobil terendam banjir, biasanya saya akan menyemprot bagian bawah mobil dengan air bersih sampai benar-benar tidak ada kotoran atau plak yang tertinggal," katanya.
Sedikit berbeda dengan tindakan yang dilakukan oleh Agus Winoto, yang memilih menggunakan cat anti karat untuk melapisi titik-titik di bodi mobilnya.
"Selain mencuci mobil rutin satu minggu 2-3 kali, saya juga melapisi cat anti karat di beberapa bagian bodi mobil. Hal ini sebagai upaya menghindari bagian mobil berkarat," jelas bapak tiga anak ini.
Mengingat biaya untuk melakukan pelapisan anti karat pada mobil masih terbilang cukup mahal baginya, Agus lebih condong melakukan antisipasi dini sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Biasanya, setelah mobil selesai dicuci dan dipastikan sudah kering secara sempurna, baru kemudian ia menutupinya dengan menggunakan body cover.
Selain itu, tindakan yang dilakukan Agus untuk menjaga keawetan mesin mobil ketika terpaksa harus menerjang banjir adalah memeriksa kondisi oli mesin. Pada bagian oli mesin, biasanya ia akan memeriksanya pada dipstick oli pada mobil.
Jika oli berubah warna menjadi kecokelatan dapat dipastikan sudah terkontaminasi dengan air banjir. Dalam hal ini ia perlu bantuan bengkel untuk melakukan penggantian oli sekaligus melakukan pembersihan busi mesin.
"Pokoknya harus rajin membersihkan seluruh bagian mobil. Kalau perlu pada bagian kolong mobil, spakbor mobil, dan engsel pintu mobil saya lumuri cairan pelindung karat. Bahan ini mudah ditemukan di bengkel-bengkel otomotif," pungkasnya. (tribunjateng/nurrochmah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pekerja-menyemprotkan-oli-doorsmeer-pada-kolong-mobil-cegah-karat_20171101_130624.jpg)