Astra Motor Jateng
Waktunya Perawatan Rutin untuk Motor Kesayangan
Kita sudah kembali sibuk dengan rutinitas pekerjaan, memacu sepeda motor membelah jalur komuter yang padat setiap harinya.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kita sudah kembali sibuk dengan rutinitas pekerjaan, memacu sepeda motor membelah jalur komuter yang padat setiap harinya.
Saat mudik dan libur Lebaran kemarin, motor dipaksa bekerja di luar batas normalnya.
Menembus kemacetan panjang Pantura, membawa beban oleh-oleh yang menumpuk, hingga menghantam lubang jalanan pedalaman Jawa Tengah dengan kecepatan tinggi. Kini, dua bulan pasca-mudik, motor kita sedang menagih "utang" perawatan.
Menundanya sama saja dengan menyimpan bom waktu yang siap meledak di tengah jalan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto menyampaikan beberapa tips untuk mengecekan motor, yaitu:
Mendeteksi "Kelelahan" Tiga Komponen Kritis
Sebagai pengendara yang cerdas, kita tidak boleh menunggu motor mogok atau rem blong untuk menyadari adanya masalah.
Akhir Mei ini adalah momentum tepat untuk melakukan deteksi dini pada tiga komponen kritis pasca-kerja keras mudik:
Sistem Pengereman (Bukan Sekadar Kampas)
Selama mudik dengan beban penuh, sistem rem bekerja ekstra keras menahan momentum inersia bobot kendaraan.
Jangan hanya memeriksa ketebalan kampas rem. Suhu ekstrem saat pengereman berat di jalur macet berpotensi membuat minyak rem mendidih dan kualitasnya menurun drastis. Jika tuas rem terasa kenyal atau "ambles" saat ditekan, itu tanda masuknya angin palsu atau kualitas minyak rem yang sudah rusak.
Kesehatan Kaki-Kaki dan Komstir
Jalur Pantura Pekalongan–Pati atau jalur bergelombang di pedalaman Solo pasti telah menguji ketahanan suspensi Anda. Perhatikan jepitan roda depan. Jika stang terasa berat saat dibelokkan atau ada gejala "goyang" saat melaju di trek lurus, bisa jadi komstir (steering head bearing) motor Anda sudah longgar atau aus. Jangan lupakan juga pemeriksaan fisik ban; cek apakah ada keretakan atau benjolan akibat benturan keras lubang jalan.
Sistem Penggerak (Rantai atau V-Belt)
Bagi pengguna motor matik, debu jalanan Pantura yang kering di akhir Mei ini adalah musuh utama V-Belt dan roller di dalam bak CVT. Sementara bagi pengguna motor bebek atau sport, rantai yang kendur dan kering pasca-mudik akan mempercepat keausan gear. Efek buruknya? Akselerasi motor menjadi slip dan konsumsi bensin menjadi jauh lebih boros.
| Ramadhipa Pebalap Muda Binaan Astra Honda Siap Taklukkan Sirkuit Barcelona |
|
|---|
| Honda Jateng X STERIL 2026 Meriahkan Weekend di Kota Semarang |
|
|---|
| Pebalap Belia Astra Honda Melesat di Thailand Talent Cup 2026, Dominasi Podium |
|
|---|
| Bukan Sekadar Irit, Ini Alasan Mesin Motor Modern Bisa Bikin Pengendara Lebih Aman |
|
|---|
| Keseruan NGASAB, Ajak Anak Buat Kenangan Manis Bersama Ayah Naik Honda PCX 160 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/SERVIS-Petugas-bengkel-Honda-sedang-melakukan-servis-kendaraan.jpg)