Mau Berburu Buku Bekas Beragam Bahasa di Semarang? Datang Saja ke Kawasan Stadion Diponegoro
Mulai buku pelajaran dan kuliah hingga novel dan komik, tersusun secara rapi di deretan kios-kios yang menghadap ke arah timur.
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: galih permadi
Laporan wartawan Tribun jateng, Dwi Layla
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Kawasan Stadion Diponegoro, Jalan Stadion Timur, Karang Kidul, Semarang Tengah, Kota Semarang Jawa Tengah, menjadi satu di antara pusat tempat jualan buku di kota ini.
Mulai buku pelajaran dan kuliah hingga novel dan komik, tersusun secara rapi di deretan kios-kios yang menghadap ke arah timur.
Buku-buku yang dijual tidak hanya menggunakan Bahasa Indonesia.
Toko Alva Media misalnya, toko tersebut menjual buku yang berjudul Ons Eigen Boek seri satu, tiga dan enam.
Judul buku yang disusun oleh Door W Stavasten G merupakan Bahasa Belanda.
Tidak hanya judulnya saja, bahkan isinya pun ditulis dalan bahasa yang serupa yakni Bahasa Belanda.
Buku ini antik karena disertai lukisan ilustrasi yang bergaya zaman dahulu dengan tiga warna yakni orange, hitam dan putih.
Namun tepat hari Rabu (01/11/2017) buku tersebut telah dikirim melalui jasa ekspedisi oleh pemilik toko, yakni Muslim (42).
Tiga jilid buku tersebut telah terjual dengan harga Rp 650 ribu saja.
Seorang pelajar juga nampak tengah mencari novel menggunakan Bahasa Jawa.
Lantas seorang ibu paruh baya yang memiliki satu toko di kawasan itu menunjukkan tumpukan novel tebal yang berbahasa Jawa semua. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/buku-bekas-dijual-mahal-di-stadion-diponegoro-semarang_20171102_024138.jpg)