Mengupas Makna Capung dalam Batik Kahiyang, Metamorfosis Tidak Sempurna
Pembatik dari Semarang, Ignatus Luwiyanto (49) menuturkan, salah satu batik yang digunakan Kahiyang-Bobi adalah motif Taman Sari
Penulis: Puspita Dewi | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng , Wilujeng Puspita D
TRIBUNJATENG. COM, SEMARANG- Presiden RI Joko Widodo, Kahiyang Ayu, akan melangsungkan pernikahan dengan Bobby Afif Nasution Rabu (8/11/2017) di Graha Saba Buana Solo, Jawa Tengah.
Salah satu persiapan menuju pernikahan, Kahiyang dan Bobby melakukan foto Prewedding.
Dalam acara Dahsyat yang tayang Selasa (7/11/2017), Ribka Budiono OS, fahion stylish Kahiyang-Bobi menuturkan, Kahiyang sendiri yang memilih kain batik untuk foto pre wedding.
Termasuk batik bermotif bunga dan capung.
Baca: Monumen di Banjarnegara Ini Kisahkan Perjuangan Pemuda saat Meoncoba Mengebom Tentara Belanda
Pembatik dari Semarang, Ignatus Luwiyanto (49) menuturkan, salah satu batik yang digunakan Kahiyang-Bobi adalah motif Taman Sari.
"Kalau ada motif bunga dan capung, itu namanya batik Taman Sari, " tutur Ignatus Luwiyanto yang ditemui Tibunjateng.com Selasa (7/11/2017).
Ignatus menjelaskan, capung bermakna sebagai makhluk yang memiliki metamorfosis tidak sempurna.
Baca: Di Sudut Pantai Kodok Tegal, Nelayan Ini Tak Pakai Cantrang, Alasannya Tak Disangka
" Berbeda dari kupu-kupu, kupu-kupu memiliki metamorfosis yang sempurna. Tetapi untuk hewan sejenis belalang dan capung, keduanya memiliki makna metamorfosis tidak sempurna. "
Ignus Luwiyanto, warga Kampung Batik, Semarang, menambahkan, metamorfosis tidak sempurna bukan berarti kehidupan Kahiyang - Bobby tidak akan sempurna.
Capung dalam batik Kahiyang Bobby menggambarkan bahwa keduanya adalah makhluk yang tidak sempurna sebelum akhirnya mereka dipertemukan dalam panggung akad. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kahiyang-bobby_20171107_213119.jpg)