Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ada Potensi Bencana Pohon Jati Tumbang, Ini yang Dilakukan Perhutani KPH Balapulang

Enam pos itu di antaranya didirikan di Kecamatan Banjarharo dan Tonjong (Kabupaten Brebes), dan di Prupuk Kecamatan Margasari

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
delman sarat penumpang melintas di kawasan hutan jati KPH Balapulang di Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SLAWI- Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat pohon tumbang maupun patah karena lapuk, Perhutani KPH Balapulang mendirikan pos siaga khusus bencana.

"Musim penghujan ini, memang rawan bencana, di antaranya pohon di wilayah hutan kami roboh karena angin besar," kata Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang, Gunawan Sidik Pramono, Kamis (9/11/2017).

Hutan jati yang merupakan tanggungjawab pihaknya berada di Kecamatan Balapupang dan Margasari (Kabupaten Tegal) hingga di sejumlah kecamatan Kabupaten Brebes bagian barat.

Ada enam pos siaga khusus bencana yang didirikan di hutan jati wilayahnya.

Enam pos itu di antaranya didirikan di Kecamatan Banjarharo dan Tonjong (Kabupaten Brebes), dan di Prupuk Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal.

Baca: Satu Korban Tertimpa Bangunan Roboh Ditemukan Meninggal Dunia

Pos siaga bencana itu nantinya akan bertugas mengawasi jika terjadi bencana pohon jati tumbang atau pun tanah longsor.

Jika terjadi bencana, petugas akan meminta bantuan untuk mengevakuasi jika terjadi pohon tumbang dan melintang di jalan atau lintasan kereta api.

"Pohon jati itu ada di kanan kiri jalan besar (jalur utama Purwokerto- Tegal) dan di kanan kiri perlintasan rel kereta api," jelasnya.

Seperti pada beberapa waktu lalu, sejumlah pohon jati roboh karena diterpa angin besar dan melintang di rel kereta api.

Insiden itu pun sempat membuat perjalanan kereta api terhambat. Lantaran, Kereta Api Kamandaka yang sedang melintas berhenti mendadak karena adanya pohon melintang.

Menurutnya, pemeliharan dan perawatan pohon jati dilakukan secara rutin dan periodik.

Namun, tentunya tidak semua dapat terdeksi kondisinya karena jumlah pohon yang ada di puluhan ribu hektare.

Baca: Delapan Besar Liga 2 Grup Y Batal, Liluk: Kami Dirugikan dan Suporter Kecewa

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved