Pilkada 2018
PDI Perjuangan Umumkan Pasangan Cagub-Cawagub
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI P), Megawati Soekarnoputri, mencurahkan isi hati di hadapan para kader dan anggota DPP PDI Perjuangan Bali dan NTT.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI P), Megawati Soekarnoputri, mencurahkan isi hati di hadapan para kader dan anggota DPP PDI Perjuangan Bali dan NTT.
Kepada mereka, ia mengaku sempat ciut saat partai politik lain telah mengumumkan calon gubernur dan wakil gubenur untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018.
"Makanya, kalau dilihat, partai ini bergabung dengan partai ini sudah punya calon. Wah, saya mulai ciut saja," ujar Megawati di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11).
Ia melanjutkan, sebagai seorang ketua umum, kemenangan bukan semata mata demi pribadi, tetapi untuk partai. "Sebab, sekarang faktornya adalah melihat rakyat sendiri," imbuh Mega.
Untuk itu, lanjut Mega, PDI Perjuangan sekarang tengah menyisir pendukung milenial, yakni pemilih muda berusia 17 tahun ke atas. "Jumlah mereka sangat banyak," ucapnya.
Sabtu kemarin, bertepatan Hari Raya Kuningan, DPP PDI Perjuangan mengumumkan rekomendasi calon gubenur dan wakil gubernur Bali. Mereka adalah pasangan I Wayan Koster dan Cok Oka Arthadan.
"Orangnya kecil, kurus. Kalau orang Jawa bilang, memper. Pinter juga. Doktor, insinyur. Namanya I Wayan Koster," kata Mega saat mengungkapkan sosok calon gubernur pilihan PDI Perjuangan.
Mega berharap, PDI Perjuangan bisa kembali memenangi pilkada Bali setelah periode sebelumnya kalah dari pasangan I Made Pastika dan Ketut Sudikerta.
"Insyaallah, Bali ada di tangan PDI Perjuangan setelah lima tahun terakhir kemenangan bergeser," ujarnya.
Menurut Mega, jika ingin menjadi pemimpin dan menduduki jabatan eksekutif, paling tidak calon pemimpin harus memiliki pengalaman sebagai anggota dewan, baik di daerah maupun pusat.
Mega menyatakan, menjadi anggota dewan berarti memiliki mitra kerja pemerintah. Dalam kondisi seperti itu, seorang calon pemimpin akan lebih mudah memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
"Akan lebih baik kalau mengerti perundangan, jalannya tata pemerintahan. Jadi, penataannya ada," cetus Mega.
Koalisi poros tengah
Sementara itu, partai Gerindra yakin koalisi poros tengah akan memenangkan pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018 mendatang. Alasannya, koalisi tersebut bakal membawa ide sekaligus figur baru di Jatim.
Bergabung di koalisi poros tengah pada pilkada Jatim 2018 bersama PAN dan PKS, Gerindra mengandalkan suara yang diraih Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2014.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ketua-umum-pdip-megawati-soekarno-putri_20171112_141234.jpg)