Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilgub Jateng

Ruwatan Kota Tegal, Nursholeh Nanggap Wayang Golek Dalang Ki Enthus Susmono

Ruwatan Kota Tegal, Nursholeh Nanggap Wayang Golek Dalang Ki Enthus Susmono, Jumat, (10/11/2017) malam di Alun-alun Kota Tegal.

Tayang:
Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
Ruwatan Kota Tegal, Nursholeh Nanggap Wayang Golek Dalang Ki Enthus Susmono, Jumat, (10/11/2017) malam di Alun-alun Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Lautan manusia kembali memadati Alun-alun Kota Tegal saat ada hiburan rakyat Wayang Golek dengan dalang Ki Entus Susmono.

Ki Enthus mainkan wayang golek dengan lakon Samson vs Delila menyedot perhatian ribuan warga, Jumat, (10/11/2017) malam di Alun-alun Kota Tegal.

Hiburan wayang golek yang digagas Korpri Kota Tegal bekerjasama dengan Bank Jateng ini sekaligus merupakan kegiatan ruwatan Kota Tegal, sebagaimana disampaikan oleh Plt. Walikota Tegal, Drs. H.M. Nursholeh, M.M.Pd atau yang akrab dipanggil Kang Nursholeh.

“Wayang golek ini dimaksud sebagai ruwat Kota Tegal. Semoga menjadi tolak bala karena Kota Tegal, beberapa waktu lalu tertimpa kala bendu, yaitu walikotanya kena OTT KPK. Kita sebagai insan yang beriman, mari kita bermuhasabah, hayuh nggrayang awake dewek-dewek," ucap Kang Nursholeh.

Ruwatan Kota Tegal, Nursholeh Nanggap Wayang Golek Dalang Ki Enthus Susmono, Jumat, (10/11/2017) malam di Alun-alun Kota Tegal.
Ruwatan Kota Tegal, Nursholeh Nanggap Wayang Golek Dalang Ki Enthus Susmono, Jumat, (10/11/2017) malam di Alun-alun Kota Tegal. (tribunjateng/ist)

“Oleh karenanya sebagai penata praja kudune bisa dadi wong sing eling lan waspada. kabeh kudu kenceng nyekeli waton (aturan). jadikan masa lalu sebagai pelajaran. aja nganti ana sing ngrasa bener dewek, uga aja nganti ana sing kelara – lara,” tambah Kang Nursholeh.

Dijelaskan oleh Kang Nursholeh, pagelaran wayang golek malam hari ini bertujuan selain untuk menghibur warga Kota Tegal dan daerah sekitarnya, juga yang terpenting, kegiatan ini bisa menjadi media untuk lebih mencintai seni budaya Tegal, yang harus senantiasa dilestarikan dan dicintai, di tengah maraknya pengaruh berbagai budaya asing.

Kang Nursholeh juga menyambut baik dan merasa senang dapat berkumpul dan nonton bareng dengan penggemar wayang golek, baik dari Kota Tegal maupun daerah lain.

Pada kesempatan ini juga mengajak para penggemar pagelaran wayang golek untuk tetap menjaga ketertiban, menjaga kebersihan, dan saling menghargai satu sama lain, sehingga pagelaran wayang golek ini dapat berjalan dengan lancar dan para penonton dapat mengikutinya sampai selesai.

Lakon yang diangkat dalam pagelaran wayang golek adalah “Samson dan Delila”.

Cerita Samson Delila, di Indonesia begitu tenar di masyarakat. Salah satu pesan moral kepada kaum laki - laki bahwa sekuat apapun ia, terkadang akan tunduk oleh rayuan wanita cantik.

Di dunia ini yang sering jadi godaan adalah harta, tahta dan wanita, karena harta orang bisa jadi lupa, karena tahta orang bisa jadi buta, karena wanita orang bisa terlena.

"Oleh karenanya kita hidup harus selalu eling lan waspada. Jangan sampai kita terjerumus pada kesenangan sesaat, tetapi akan mengalami penderitaan panjang setelah itu, seperti pepatah ibarate senenge sa klenteng, larane ketiga rendeng," ujar Kang Nur.

Terkait dengan menjaga kesinambungan pembangunan Kota Tegal, Kang Nursholeh Kembali mengajak kepada segenap warga Kota Tegal untuk menjaga dan terus menumbuhkan rasa memiliki bersama akan hasil-hasil pembangunan yang telah dan tengah dilaksanakan oleh pemerintah Kota Tegal.

Kota Tegal tahun depan juga akan menyelenggarakan pemilukada gubernur – wakil gubernur Jateng dan pemilukada walikota-wakil walikota Tegal tahun 2018.

Rakyat sudah dewasa berpolitik, mereka akan menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved