musim penghujan
Tadi Malam Sungai Kaligawa Meluap Rendam Ratusan Rumah di Sidareja
Kepala Desa Gunungreja Lasiman mengungkapkan, air luapan sungai Kaligawa mulai masuk ke pemukiman pada Senin malam, (13/11), pukul 22.00 Wib.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Hujan lebat yang mengguyur desa Gunungreja Kecamatan Sidareja Cilacap selama lima jam mengakibatkan wilayah itu dilanda banjir.
Kepala Desa Gunungreja Lasiman mengungkapkan, air luapan sungai Kaligawa mulai masuk ke pemukiman pada Senin malam, (13/11), pukul 22.00 Wib.
Genangan dengan cepat menyebar hingga masuk ke rumah-rumah penduduk yang lantainya rendah.
Meski kampung tergenang, warga masih bertahan di rumahnya dan enggan mengungsi ke tempat yang kering.
"Di sini memang langganan banjir kalau musim penghujan. Sampai sekarang belum ada solusi,"katanya, Selasa (14/11).
Hingga Selasa siang (14/11), banjir di desa ini belum juga surut. Bahkan, kata Lasiman, tinggi genangan saat ini cenderung naik.
Banjir di desa Gunungreja menggenangi sedikitnya dua RW, yakni RW 1 dan RW 2 serta 8 RT. Â Air juga menggenangi sebagian wilayah RW 3 di RT 1.
Dari data pemerintah desa Gunungreja, terdapat 597 Kepala Keluarga (KK) atau 1.735 jiwa di desa itu yang terdampak banjir.
Sedangkan jumlah total KK di desa itu sebanyak 987 KK. Artinya, lebih dari separuh penduduk desa itu terdampak bencana .banjir.
Ketinggian genangan di setiap lokasi terdampak bervariasi. Di jalan dusun Kauman, kata Lasiman, ketinggian air antara 30 cm hingga 105 cm.
Sementara total rumah yang terendam banjir di desa itu mencapai 210 rumah. Tinggi genangan di dalam rumah itu bervariatif hingga mencapai setengah meter.
"Kalau rumahnya sudah ditinggikan tidak tergenang. Tapi banyak rumah yang lantainya masih rendah sehingga terendam,"katanya
Banjir di desa Gunungreja bukan hanya menghambat mobilitas warga. Sebagian warga terdampak juga harus menanggung rugi karena banyak binatang ternak atau unggas yang mati tersapu banjir.
Sejumlah petani di desa itu juga harus menderita kerugian karena sawah atau tegalan mereka terendam banjir. Sebanyak 3,85 hektar sawah milik petani terendam banjir. Tanaman padi berumur 15 hari dipastikan mati karena tak kuat menahan arus banjir. Sementara ada 0,87 hektar tegalan petani yang tergenang banjir hingga tanamannya terancam mati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cilacap-terendam-banjir_20171114_135222.jpg)