Sabuk Pantai di Pekalongan Utara Jebol, Permukiman dan Sekolah Terendam Banjir Rob
Warga Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara datangi lokasi jebolnya sabuk pantai penahan ombak, Selasa (21/11/2017).
Penulis: budi susanto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Warga Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara datangi lokasi jebolnya sabuk pantai penahan ombak, Selasa (21/11/2017).
Pasalnya air rob yang masuk ke pemukiman akibat jebolnya penahan ombak dirasa semakin hari semakin parah.
Mereka menggunakan dua kapal untuk menuju sabuk pantai yang berjarak hampir 1 kilometer dari pemukiman.
Dikatakan Muslikin (37) warga Kelurahan Bandengan, karena jebolnya penahan laut, air memasuki pemukiman.
"Hampir sepekan ini penahan ombak jebol, dampaknya air masuk hingga 2 km ke pemukiman," ujarnya.
Diterangkannya rob di Kelurahan Bandengan semakin parah ditambah dengan jebolnya penaham ombak.
"Rumah warga jadi terendam sekitar 50 sentimeter," ujarnya di lokasi jebolnya penahan ombak.
Pria 37 tahun tersebut juga menambahkan, tidak hanya rumah warga namun beberpa sekolah juga ikut terendam.
"Selain rumah warga, rumah ibadah dan sekolahan ikut terendam, jadi anak-anak tidak nyaman saat belajar," imbuhnya.
Ia berharap pemerintah kota Pekalongan segera menambal penahan ombak yang jebol tersebut.
"Kami berharap pemerintah segera menambal, ada dua titik yang jebol," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sabuk-pantai-di-pekalongan-utara-jebol-permukiman-dan-sekolah-terendam-banjir-rob_20171121_132209.jpg)