Bawaslu Ajak Masyarakat Manfaatkan Telepon Genggamnya untuk Awasi Pemilu
Pengawasan dari masyarakat menjadi sangat penting karena menjadi tolak ukur terhadap proses demokrasi yang ada di daerah.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pengawasan dari masyarakat dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi menjadi sangat penting.
Mengingat terbatasnya jumlah personel pengawas yang tergabung dalam panitia pengawas kabupaten maupun kecamatan.
Hal itu diungkapkan oleh Abhan, Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) saat sosialisai pengawasan pemilihan bupati wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur di hotel Griptha, Kudus, Kamis (23/11/2017).
Abhan menjelaskan, pengawasan dari masyarakat menjadi sangat penting. Hal itu bisa menjadi tolak ukur kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi yang ada di daerah.
“Apalagi dengan adanya money politic (politik uang) kalau dari masyarakat ikut mengawasi dan secara tegas menolak akan lebih bagus,” kata Abhan.
Baca: Arema FC Dukung PSIS Semarang Lolos ke Liga 1, Ini Alasannya
Dia mengatakan, mekanisme masyarakat jika menemukan kejanggalan dalam proses demokrasi bisa langsung melaporkan kepada panitia pengawas setempat.
“Karena kedepannya panitia pengawas akan menjadi peradilan pemilu. Jadi pengawasan sepenuhnya diserahkan kepada publik,” tandasnya.
Menurutnya, Pilkada akan sukses dan benar-benar terpilih pemimpin yang bersih ketika tiga komponen yaitu, penyelenggara, peserta, dan masyarakat berperan aktif dalam setiap tahapannya.
“Peneyelenggara di sini berarti KPU sampai unsur yang paling bawah, yakni PPS (Panitia Pemungutan Suara) agar menjalankan pekerjaan sesuai dengan tupoksi dan tidak memihak salah satu calon,” katanya.
Baca: VIDEO Gol Salto Griezmann ke Gawang AS Roma yang Jaga Asa Atletico Madrid di Liga Champions
Dia melanjutkan, peserta Pilkada atau calon pun berpengaruh terhadap keberhasilan Pilkada. Menurutnya, ketaatan peserta dalam menaati aturan menjadi sangat penting.
Karena hal itu akan berimbas bagi pemimpin yang nantinya akan terpilih.
“Biar masyarakat sendiri yang menilai tanpa harus ada money politik,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pdip-kudus-mendaftar-sebagai-calon-peserta-pemilu-2019-ke-kpud_20171012_200848.jpg)