Perpari Semarang Ajak Para Dokter Spesialis Bedah Tuntas Soal Respirologi
Kupas tuntas terkait hal tersebut terkemas dalam Semarang Respirology Update (Smart) 2017
Penulis: deni setiawan | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perhimpunan Respirologi Indonesia (Perpari) Cabang Semarang yang berada pada Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), bersama Divisi Respirasi dan Penyakit Kritis Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang bakal mengupas tuntang tentang respirologi.
Kupas tuntas terkait hal tersebut terkemas dalam Semarang Respirology Update (Smart) 2017 yang rencananya digelar pada Sabtu (25/11/2017) dan Minggu (26/11/2017) di Hotel Pessona Semarang.
Informasi tersebut disampaikan Ketua Perpari Cabang Semarang dr Agus Suryanto yang kesehariannya sebagai dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan paru di RSUP dr Kariadi Semarang.
“Respirologi itu tercakup dalam ilmu penyakit dalam dan merupakan ilmu penyakit pernafasan. Itu erat hubungannya dengan berbagai ilmu dari sistem organ. Di antaranya ada jantung, syaraf, hematologi, hingga gastroenterology. Respirologi juga berkaitan dengan keadaan kritis,” kata dr Agus kepada Tribunjateng.com, Kamis (23/11/2017).
Menurutnya, pengetahuan serta teknologi mengenai respirologi tersebut terus berkembang. Sehingga perlulah adanya penyegaran maupun peningkatan pengetahuan mengenai penyakit respirasi serta penyakit kritis bagi para dokter.
“Dan satu di antaranya cabang ilmu kedokteran respirasi yang sedang berkembang adalah asma dan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK), serta intervensi dalam bidang paru maupun respirologi. Itulah yang menjadi alasan kami akan gelar Smart 2017, yang selama dua hari itu akan kami bedah tuntas,” terangnya.
Baginya, dokter seyogyanya dapat paham dan menguasai kompetensi penatalaksanaan respirologi maupun penyakit kritis yang erat kaitannya dengan respirasi. Sepatutnya pula, mereka jadi ujung tombak dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Dalam kegiatan itu, direncanakan ada sekitar 350 peserta yang bakal hadir. Mereka di antaranya adalah dokter spesialis penyakit dalam maupun dokter umum. Untuk narasumbernya, kami siapkan para pakar di bidang respirologi dan penyakit kritis. Mereka bakal berbagi ilmu serta pengalamannya dalam kegiatan tersebut,” tambah Ketua Panitia Smart 2017, dr Farida. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pernafasan-sakit_20171123_153342.jpg)