Cerita Arsyada, Remaja yang Tak Menyangka Jadi Atlet Hoki Semarang
Setiap profesi pasti ada sisi enak dan tidak enaknya, begitu juga dengan seorang atlet
Penulis: Lita Febriani | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Lita Febriani
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setiap profesi pasti ada sisi enak dan tidak enaknya, begitu juga dengan seorang atlet.
Hal tersebut sempat diungkapkan oleh atlet Hoki Semarang Arsyada Ghifari (18).
Mahasiswa baru Universitas Dian Nuswantoro ini berbagi cerita kepada Tribunjateng.com pada Selasa (21/11/2017) mengenai pengalamannya selama menjadi atlet Hoki.
Memulai dari nol mengenai dunia olahraga Hoki, Arsyada tekuni Hoki sejak dirinya duduk dibangku kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA).
Baca: PAN Jateng Sesalkan Pembahasan Rancangan APBD 2018 yang Terburu-buru
"Saya menggeluti hockey sejak 2014 tepatnya kelas 1 SMA," tutur Arsyada.
Banyak pengalaman yang didapatkan oleh Arsyada selama 3 tahun menekuni olahraga yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1950-an ini.
Salah satu pengalamannya adalah ketika ia akan mengikuti Kejurda dan pada H-7 perlombaan tim belum terbentuk.
Baca: Malam ini Ungu Akan Tampil di E-Plaza Semarang
"Dulu itu waktu mau ada Kejurda tim saya h-7 masih belom terbentuk dan itu masih belom paham hockey sama sekali,"
Arsyada menambahkan, "akhirnya kata pelatih cuma bilang gini 'penting ikut aja, main ngoyot' dan Alhamdulillah itu bisa menang juara 2."
Bersama timnya Arsyada Ghifari telah memeroleh beberapa kejuaraan, diantaranya, Kejurda 2014 meraih juara 2, kejurkot 2016 dab 2017 meraih juara 1 serta pemain terbaik kejurkot 2016.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hoki-jateng_20171124_162917.jpg)