Fadli Zon Sayangkan Sedikitnya Edukasi Tentang Keris Nusantara
Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, bekerja sama dengan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI)
Penulis: akbar hari mukti | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, bekerja sama dengan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), selenggarakan Festival Keris di kampus II ISI Mojosongo, Solo.
Adapun pembukaan festival tersebut dilakukan di Kampus 2 ISI Solo, Sabtu (25/11/2017).
Gelaran rencananya diakhiri pada Selasa (28/11/2017).
Pada gelaran itu, sebanyak 1.001 keris dari berbagai penjuru Nusantara dipamerkan.
Berdasar pantauan, pembukaan Festival tersebut berlangsung riuh.
Festival yang menampilkan keris terbanyak se-Indonesia itu dihadiri ratusan delegasi paguyuban, empu, kolektor, dan pelaku budaya perkerisan lainnya yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara.
Bahkan, Fadli Zon, ketua SNKI datang ke pembukaan festival tersebut.
Sebelum Kerisfest 2017 dimulai, lebih dahulu dilakukan kirab oleh mahasiswa ISI dan sejumlah empu masa kini.
Ketua Festival Keris, Basuki Teguh Yuwana, mengatakan, festival tersebut diselenggarakan untuk mengenalkan keris kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda.
Menurut Basuki, keris merupakan satu warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya.
"Dalam festival ini dipamerkan sekitar 1.001 keris dan senjata tradisional dari berbagai daerah. Paling jauh, keris dan senjata tradisional dari Makassar juga ditampilkan,” paparnya.
Selama festival, Basuki menjelaskan, penyelenggara menghadirkan Seminar Kuratorial Keris & Senjata Tradisional Indonesia pada Minggu (26/11/2017). Ia menjelaskan, pengunjung pun dapat menyaksikan pembuatan dan melakukan jual beli keris melalui Workshop Tempa, Dederan, Mendak & Warangka serta Bursa Keris & Senjata Tradisional Indonesia.
Ia memaparkan, adanya Kerisfest merupakan kelanjutan dari sejarah bahwa 12 tahun yang lalu, tepatnya 25 November 2005, keris diakui menjadi salah satu warisan dunia. Menurutnya hal tersebut tak terlepas dari inisiatif empu-empu terdahulu hingga sekarang, yang tanpa lelah menjaga warisan budaya tersebut.
"Keris merupakan salah satu puncak mahatinggi suatu warisan Indonesia dan dunia. Hal yang telah diawali oleh empu-empu tersebut harus dijaga selamanya," urai Basuki.
Fadli Zon, memaparkan, dirinya mengucapkan selamat pada ISI atas terselenggaranya acara tersebut.
Senada dengan uraian Basuki, Fadli Zon mengatakan, keris yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia harus dilindungi dan dilestarikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kerisfest-2017_20171125_195926.jpg)