Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ada Tempat untuk Simpan Bubuk Mesiu pada Busana Duta Wisata Jateng. Penasaran Letaknya?

Keduanya tampil menawan dengan balutan busana khas Jawa Tengah karya Rory Wardana yang terinspirasi dari busana adat Mangkunegaran

Penulis: Puspita Dewi | Editor: muslimah
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jateng,  Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM,  SEMARANG - Rory Wardana,  Fashion Desainer, kembali menampilkan karyanya dalam pemilihan Duta Wisata Indonesia  Tahun 2017/2018.

Karya Rory tersebut dikenakan oleh Jordi Satria dan  Indira Salsabilla Ayu Wibowo. 

Keduanya merupakan  Duta Wisata  Jawa Tengah yang berhasil  meraih juara dalam pemilihan Duta Wisata Indonesia 2017  yang dilaksanakan di Millenium Ballroom, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (3/12/2017)

Pasangan  Jordi Satria dan  Indira Salsabilla Ayu Wibowo, berhasil mengungguli perwakilan dari dua provinsi lainnya yakni Sumatera Barat dan Kalimantan Tengah dalam babak tiga besar.

Keduanya tampil menawan dengan balutan busana khas Jawa Tengah karya Rory Wardana yang terinspirasi dari busana adat Mangkunegaran.

Kepada Tribunjateng.com,  Senin (11/12/2017) Rory Wardana menuturkan lewat busana Mangkunegaran,  ia berusaha menampilkan busana yang sederhana namun elegan.

"Untuk Jody,  tidak banyak pernak  pernik yang ia gunakan.  Tetapi setiap apa yang melekat pada tubuhnya,  memiliki makna tersendiri, " tutur Rory,  alumnus Fakultas Sastra Sejarah Universitas Negeri Solo tersebut.

Meski tidak terlihat,  desainer perfeksionis tersebut tetap memakaikan" Boro" atau kain penyimpan bubuk mesiu pada paha kanan Jody.

"Meski Dewan Juri tidak melihat Boro karena letaknya di paha kanan Jody,  tetapi dalam sejarahnya Boro wajib digunakan oleh Raja-raja atau sultan untuk menyimpan bubuk mesiu, " tandasnya.

Dalam mendesain busana Jody dan Indira,  Rory sangat memperhatikan keserasian,  keindahan dan mempertahankan setiap makna dengan benar. 

Bagi seorang  fashion desainer,  merancang busana seperti halnya sedang membuat wiru atau lipatan pada kain batik bawah.

"Wiru itu artinya wewirennya aja kasi kleru,  yang artinya segala yang kita kerjakan harus seimbang dan jangan sampai membuat kekeliruan.  Meskipun orang orang tidak bisa melihat Boro di paha kanan Jody,  tetapi dalam berbusana,  hal tersebut tidak boleh sekalipun dihilangkan. Kita jangan sampai melupakan sejarah," tutur Fashion Desainer muda yang berhasil meraih penghargaan  Internasional  Top 3 Nasional Custome Mister Internasional  di Manila.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved