Ada Tempat untuk Simpan Bubuk Mesiu pada Busana Duta Wisata Jateng. Penasaran Letaknya?
Keduanya tampil menawan dengan balutan busana khas Jawa Tengah karya Rory Wardana yang terinspirasi dari busana adat Mangkunegaran
Penulis: Puspita Dewi | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rory Wardana, Fashion Desainer, kembali menampilkan karyanya dalam pemilihan Duta Wisata Indonesia Tahun 2017/2018.
Karya Rory tersebut dikenakan oleh Jordi Satria dan Indira Salsabilla Ayu Wibowo.
Keduanya merupakan Duta Wisata Jawa Tengah yang berhasil meraih juara dalam pemilihan Duta Wisata Indonesia 2017 yang dilaksanakan di Millenium Ballroom, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (3/12/2017)
Pasangan Jordi Satria dan Indira Salsabilla Ayu Wibowo, berhasil mengungguli perwakilan dari dua provinsi lainnya yakni Sumatera Barat dan Kalimantan Tengah dalam babak tiga besar.
Keduanya tampil menawan dengan balutan busana khas Jawa Tengah karya Rory Wardana yang terinspirasi dari busana adat Mangkunegaran.
Kepada Tribunjateng.com, Senin (11/12/2017) Rory Wardana menuturkan lewat busana Mangkunegaran, ia berusaha menampilkan busana yang sederhana namun elegan.
"Untuk Jody, tidak banyak pernak pernik yang ia gunakan. Tetapi setiap apa yang melekat pada tubuhnya, memiliki makna tersendiri, " tutur Rory, alumnus Fakultas Sastra Sejarah Universitas Negeri Solo tersebut.
Meski tidak terlihat, desainer perfeksionis tersebut tetap memakaikan" Boro" atau kain penyimpan bubuk mesiu pada paha kanan Jody.
"Meski Dewan Juri tidak melihat Boro karena letaknya di paha kanan Jody, tetapi dalam sejarahnya Boro wajib digunakan oleh Raja-raja atau sultan untuk menyimpan bubuk mesiu, " tandasnya.
Dalam mendesain busana Jody dan Indira, Rory sangat memperhatikan keserasian, keindahan dan mempertahankan setiap makna dengan benar.
Bagi seorang fashion desainer, merancang busana seperti halnya sedang membuat wiru atau lipatan pada kain batik bawah.
"Wiru itu artinya wewirennya aja kasi kleru, yang artinya segala yang kita kerjakan harus seimbang dan jangan sampai membuat kekeliruan. Meskipun orang orang tidak bisa melihat Boro di paha kanan Jody, tetapi dalam berbusana, hal tersebut tidak boleh sekalipun dihilangkan. Kita jangan sampai melupakan sejarah," tutur Fashion Desainer muda yang berhasil meraih penghargaan Internasional Top 3 Nasional Custome Mister Internasional di Manila.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mba-mas-jateng_20171211_111542.jpg)