Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fahri Hamzah Tunggu Surat Resmi Pengunduran Diri Setya Novanto

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya menunggu surat resmi pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

TRIBUNNEWS.COM
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DPR Fahri Hamzah 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya menunggu surat resmi pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

Dirinya mengaku sudah mendengar kabar pengunduran diri Novanto dari pihak yang dekat dengan Ketua Umum Golkar tersebut.

"Jadi, kami tunggu kabar secepatnya apabila bentuk fisiknya diterima. Tapi, kabarnya ini datang dari pihak-pihak yang biasanya resmi mewakili Pak Novanto," kata Fahri lewat pesan singkat yang diterima, Senin (11/12/2017).

Menurutnya, surat resmi tersebut bisa saja sudah dikirim ke Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.

Namun, saat ini Setjen DPR masih tutup, sehingga belum bisa dicek.

"Bentuk fisik belum kami terima, mungkin karena sekretariat masih tutup," kata Fahri.

Fahri juga sudah mendengar kabar munculnya nama Ketua Badan Anggaran DPR, Aziz Syamsudin, yang ditunjuk menggantikan Novanto sebagai Ketua DPR.

"Tapi belum tertulis dari pihak keluarga beliau, bahwa beliau sudah tandatangan pengunduran diri," kata Fahri.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia mempertanyakan adanya pertemuan antar-fraksi yang diinisiasi Ketua Fraksi Partai Golkar Robert Kardinal.

Pertemuan dihadiri Sekretaris Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sekretaris Jenderal DPP PPP sekaligus Anggota Fraksi PPP Arsul Sani.

Pertemuan itu disebut membicarakan pengunduran diri Novanto sebagai Ketua DPR RI dan menyampaikan agar segera dilaksanakan rapat paripurna untuk mengesahka Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR.

Doli menyayangkan hal tersebut karena menunjukkan Novanto, Robert Kardinal dan Aziz telah menempatkan kepentingan pribadi dan kelompok di atas kepentingan partai dan publik.

Ia pun mendesak agar Munaslub segera dilakaanakan untuk menentukan kepemimpinan baru.

"Manuver-manuver yang melanggar aturan partai seperti itu akan sering terjadi bila kepemimpinan Novanto dan kroninya ini masih terus berlangsung," kata Doli. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved