Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

JMPPK Demo Tolak Pabrik Semen di Pati, Ini Tuntutan Mereka pada Bupati

Ratusan massa dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) melakukan aksi unjuk rasa menolak pabrik semen di halaman Kantor Bupati Pati

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Peserta aksi tolak pabrik semen di halaman kantor Bupati Pati, Rabu (13/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Ratusan massa dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) melakukan aksi unjuk rasa menolak pabrik semen di halaman Kantor Bupati Pati, Rabu (13/12/2017).

Massa yang didominasi oleh kaum hawa itu membawa atribut berupa spanduk penolakan atas keberadaan pabrik semen di Pati.

Di antara spanduk tersebut bertuliskan 'Usir Tambang yang Merusak Lingkungan'. Selain itu juga terdapat spanduk bertuliskan 'Putune Saridin Ora Ngedol Gunung'.

"Tambang bukan satu-satunya untuk kesejahteraan rakyat," pekik orator saat berorasi.

Keberadaan mereka di sini menolak diperpanjangnya kontrak PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) yang merupakan anak PT Indocement.

Mereka mengaku sudah sejahtera dengan menjadi petani.

Oleh karenanya, keberadaan pabrik semen yang akan dibangun di Tambakromo, Pati mengancam keberadaan petani di wilayah Pati selatan.

"Nek Pak Bupati arek mangan semen aku tak tetep mangan sega. Nek Pak Bupati arek ngombe semen aku tetep ngombe banyu," kata dia.

Mereka juga ingin meminta klarifikasi terhadap ungkapan Bupati Pati Haryanto yang mengatakan pendemo tolak pabrik semen merupakan massa bayaran.

Mereka merasa dihinakan atas ungkapan yang pernah dilontarkan orang nomor satu di Pati.

"Massa sebanyak ini demo terus siapa yang sanggup bayar," kata orator lainnya.

Sampai berita ini diturunkan. Peserta masih bertahan di halaman kantor Bupati Pati.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved