Kamu Harus Tahu! Ini Beragam Komplikasi yang Terjadi jika Pasien Difteri Terlambat Ditangani
Pasien difteri harus segera ditangani secara serius karena berbagai jenis komplikasi dapat terjadi apabila terlambat dalam penanganan
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasien difteri harus segera ditangani secara serius karena berbagai jenis komplikasi dapat terjadi apabila terlambat dalam penanganan.
Menurut dokter spesialis anak RSUP Dr Kariadi Semarang Endang Hapsari, tiga pasien anak yang ditangani kini ditangani di ruang isolasi sempat mengalami beberapa komplikasi.
"Komplikasi sendiri dibagi menjadi dua, dari pembengkakan selaput yang menyebabkan anak sesak nafas karena tertutup saluran pernafasannya,
yang kedua dari sisi toksinnya, mulai leher telah membengkak ini berarti ditengarai jantung yang telah terkena," tutur dokter spesialis anak RSUP Dr Kariadi, Endang Hapsari.
Penanganan komplikasi untuk kondisi saluran penafasan yang tersumbat akan dilakukan pelubangan (tracheostomy).
Komplikasi pada jantung (miokarditis) menyebabkan gangguan ritme dan kontraksi jantung.
Apabila toksin merambah ke ginjal maka dapat terjadi peradangan ginjal (nefritis).
Sedangkan toksin yang menyerang saraf perifer menyebabkan parese, yaitu menyerupai gangguan gerakan semacam kelumpuhan pada bagian tertentu.
"Parese terutama pada area mulut dan tenggorokan menyebabkan anak mengeluarkan suara sengau (bindeng), sering tersedak, dan lain sebagainya," tambahnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/difteri_20171207_123932.jpg)