Kronologi Tragedi Dini Hari di Kendal : Berawal Saling Lirik, Satu Tewas Lainnya Luka-luka
Tak hanya Ferry yang menjadi korban dalam tragedi Rabu dini hari itu. Eko Minggo, teman korban pun juga ikut dianiaya dalam tragedi itu
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: muslimah
Laporan wartawan Tribun Jateng Dhian Adi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Niat ingin menghibur diri, malah berujung petaka. Hal itu untuk menggambarkan nasib Ferry Widiyanto, warga Boja, Kendal.
Ferry tewas akibat kehabisan darah setelah dianiaya oleh enam orang di Karaoke Gading asri, Boja pada Rabu (13/12/2017) dini hari.
Ferry tewas setelah mendapat dua tusukan benda tajam di dada sebelah kiri sebanyak dua kali. Nyawa Ferri tidak tertolong meski sempat dibawa ke puskesmas.
Tak hanya Ferry yang menjadi korban dalam tragedi Rabu dini hari itu. Eko Minggo, teman korban pun juga ikut dianiaya dalam tragedi itu.
Namun nasibnya lebih baik dari pada Ferry. Dirinya dikeroyok hingga pingsan oleh enam tersangka. Mata korban terluka sehingga memerlukan perawatan.
"Saat itu saya barusan keluar dari toilet, kemudian saya bersenggolan dengan satu tersangka ( Eko Cahyo), karena sama mabuknya jadi terpancing emosi," ujar Minggo.
Mendengar ada cekcok Ferry keluar dari ruang karaoke. Tersangka lain pun keluar juga. Selanjutnya para tersangka menganiaya kedua korban.
"Saya dipukul, setelah itu saya pingsan. Mata saya juga diinjek sama satu tersangka ," terangnya.
Karena Minggo pingsan maka Ferry yang menjadi sasaran empuk para tersangka. Ferry yang sudah jatuh, masih dipukuli oleh para tersangka.
Satu tersangka mendekati Ferry dengan membawa pisau lipat. Selanjutnya Yepta langsung menusuk dada Ferry sebanyak dua kali
Taufik, teman korban yang juga saksi menuturkan dirinya hendak melerai karena dirinya melihat Minggo sudah terkapar tidak sadar dan Ferry tengah dipukuli
"Ferry yang sudah berdarah-darah masih dipukuli. Saya berusaha melerai dan memanggil keamanan. Selanjutnya para tersangka pergi kabur meninggalkan lokasi," ujarnya.
Melihat Ferry berdarah dia berusaha menolong. Dilihat tubuh Ferry sudah lemas, darah pun masih mengucur dari tubuh Ferry.
Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar menjelaskan motif pelaku melakukan itu dikarenakan korban dan tersangka saling melirik setelah bersenggolan sehingga terpancing emosi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ara-tersangka-pengeroyokan-saat-dimintai-keterangan-oleh-kasatreskrim-polres-kendal_20171213_152757.jpg)