Oknum Guru Ini Minta Diantar ke SMPN 11 Solo, Setelah Sampai Malah Berlaku Sadis
Modus kejahatan yakni pelaku penodongan yang menyamar sebagi oknum tenaga didik terjadi di Kota Solo
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Modus kejahatan yakni pelaku penodongan yang menyamar sebagi oknum tenaga didik terjadi di Kota Solo.
Hal ini dialami Ronald Armaeida (14) warga Kampung Kenteng, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo.
Ronald menjadi korban penodongan yang dilakukan oleh oknum diduga guru pada Rabu (13/12/2017).
Ketika ditemui, Kamis (14/12/2017) Ronald menjelaskan bahwa dirinya meyakini pelaku adalah guru, karena dalam saksinya sang pelaku menggunakan seragam Batik Korpri dan mengaku sebagai guru Matematika di Sekolah Negeri Pertama Negeri (SMPN) 11 Solo.
Hal itu menyebabkan korban terkecoh.
Maka, akibatnya Sepeda Motor jenis matic merek Honda Beat warna Putih Merah dengan Nopol AD 2583 BA pun raib digondol pelaku.
Ronald menjelaskan kejadian bermula saat dia hendak pulang ke rumah setelah mengantar makan siang adiknya di SDN Mojo.
Sekitar 100 meter dari SDN Mojo, motor korban dihentikan pelaku.
Sang pelaku ini menurutnya meminta Ronald untuk mengantarkannya ke SMPN 11 Solo.
"Dia ngakunya keluar sama teman, lalu ditinggal. Saya tidak curiga karena dia pakai baju Korpri.
aat saya tanya, dia ngaku guru matematika," ujar siswa kelas 3 SMP Al-Islam Jamsaren Solo itu.
Lalu pelaku diboncengkan oleh korban.
Saat perjalanan pun tidak ada kecurigaan dari Ronald.
"Ngobrol seperti biasa, tanya saya sekolah di mana, kelas berapa, dan lain-lain. Saya antar sampai masuk halaman SMPN 11 Solo," katanya.
Saat sampai di lokasi, pelaku langsung melakukan penodongan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ronald-almaeida-saat-ditemui-kamis-14122017_20171214_162524.jpg)