Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Awas! Hal Ini Bisa Membuat Resolusi 2018 Kamu Gagal Diwujudkan

Pergantian tahun menyimpan makna tersendiri bagi setiap manusia di muka bumi.

Penulis: galih permadi | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Resolusi 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Pergantian tahun menyimpan makna tersendiri bagi setiap manusia di muka bumi.

Ritual-ritual seperti nonton kembang api di pusat kota, bakar jagung di pelataran rumah, hingga berdoa di rumah ibadah, menjadi kebiasaan yang lazim dilakukan oleh kita dalam menyambut pergantian tahun.

Namun, ada satu lagi ritual yang tak kalah penting, dan yang hampir tak pernah lupa kita lakukan ketika menyambut pergantian tahun baru.

Ritual apakah itu?

Ritual tersebut adalah membuat resolusi tahunan.

Resolusi tahunan banyak dibuat oleh manusia, khususnya ketika menghadapi pergantian tahun.

Hal tersebut menjadi lumrah dilakukan karena tahun baru menyimpan suatu momentum, saat yang tepat, yang jika dapat dimanfaatkan dengan baik, ia akan sangat membantu kita dalam mencapai apapun yang kita inginkan dalam satu tahun ke depan.

Namun, banyak di antara kita ketika membuat suatu resolusi, hanya menjadi sebuah resolusi belaka. Banyak resolusi yang hanya berhasil dituliskan, namun tidak berhasil dinyatakan.

Bahkan tak jarang, resolusi tahun baru dibuat untuk menyelesaikan resolusi tahun sebelumnya, di mana resolusi tahun sebelumnya, di buat pada tahun sebelumnya lagi.

Ternyata, gagal terwujudnya resolusi tersebut kebanyakan bukan karena kurangnya action yang dilakukan. Namun jauh sebelum itu. Yaitu ketika proses merancang resolusinya.

Banyak di antara kita, membuat resolusi hanya sekedar menuliskannya saja, tanpa memperhatikan kaidah-kaidah yang baik dan benar, yang sesuai dan nyaman untuk tubuh, emosi, dan pikiran bawah sadar.

Memangnya apa yang terjadi jika resolusi yang dibuat tidak bersahabat dengan tubuh, emosi, dan pikiran bawah sadar?

Yang terjadi ialah, ia akan di-reject a.k.a ditolak oleh pikiran bawah sadar kita. Sehingga persentase keberhasilan resolusi tersebut menjadi sangat rendah.

Lantas, bagaimana cara merancang resolusi yang bersahabat dengan tubuh, emosi, dan pikiran bawah sadar?

Trainer Pemberdayaan Diri, Bayu Aji Prasetyo memberikan tips untuk merancang resolusi yang bersahabat.

Bayu Aji Prasetyo
Bayu Aji Prasetyo (ISTIMEWA)

Berikut adalah kaidah-kaidahnya:

1. Nyatakan secara positif

Dalam merancang resolusi, sebisa mungkin tuliskan/nyatakan dengan kalimat yang bermakna positif.

Contoh:

Alih-alih kita menyatakan seperti ini,

“Tahun 2018, aku akan turun berat badan sebanyak 5 kg”

Lebih baik kita nyatakan seperti ini,

“Tahun 2018, berat badanku menjadi 70 kg.”

Mengapa harus–lebih tepatnya dianjurkan–dinyatakan dengan kalimat yang positif? Karena pikiran bawah sadar sulit untuk mencerna kalimat-kalimat yang mengandung kata negasi.

Anda boleh perhatikan, ketika ada banner di pinggir jalan yang bertuliskan “Jangan tengok kiri, ada laundry!”, lantas apa yang Anda lakukan? Sebagian besar malah justru akan menengok ke kiri. Kenapa? Karena penasaran!

2. Dapat diinderakan

Dalam membuat resolusi, pastikan resolusi tersebut dapat diinderakan wujudnya (baik bentuk, gambar, warna), suaranya, dan bagaimana rasanya ketika resolusi tersebut tercapai.

Mengapa harus dapat diinderakan?

Karena dengan membuat resolusi yang dapat diinderakan, membuat pikiran bawah sadar kita mengenali seperti apa yang kita inginkan. Hal tersebut menjadi sebuah clue atau tanda untuk pikiran kita, bahwa ada ‘garis finish’ yang harus kita lewati.

Seperti halnya jika kita ingin pergi dari Semarang ke Jakarta. Sebelum sampai ke Jakarta, tentukan dulu apa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kita sudah sampai di Jakarta. Karena dengan adanya tanda, kita tidak akan tersesat.

3. Kenapa?

Pastikan kita memiliki alasan yang kuat, mengapa resolusi tahunan yang kita buat layak untuk kita wujudkan.

Pastikan juga alasan tersebut adalah alasan yang menyentuh nilai-nilai luhur diri kita. Seperti: untuk mensejahterakan keluarga. Bukan sekedar keinginan-keinginan yang tak berdasar, yang hanya dikendalikan oleh emosi dan nafsu belaka.

4. Dapat dikontrol

Syarat selanjutnya adalah, pastikan pula resolusi yang kita rancang dapat kita kontrol keberhasilannya. Yang artinya adalah, kita memiliki sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan resolusi tersebut.

 Misal: “Tahun 2018, berhasil meluncurkan buku baru.”

Untuk meluncurkan buku baru, berarti kita harus memiliki sumber daya yang dibutuhkan.

Seperti:

Bisa menulis

Punya ilmu yang dituliskan

Punya kenalan/jalur ke penerbit buku

Dst.

Mengapa kita harus memastikan memiliki sumberdayanya?

Karena jangan sampai kita membuat resolusi yang konyol. Yang kita sendiri tahu, bahwa sudah pasti kita tidak dapat mewujudkannya (setidaknya dalam waktu dekat). Misal, ingin kuliah ke luar negeri, tapi belum bisa Bahasa Inggris. Ingin, tembus omzet 10 jt/bulan, tapi belum punya bisnis.

5. Kontekstual

Salah satu yang tak kalah pentingnya adalah, pastikan resolusi yang kita buat sesuai dengan konteks yang kita inginkan. Jangan sampai membuat resolusi yang kita sendiri tidak tahu untuk apa resolusi tersebut diwujudkan.

6. Action

Langkah terakhir adalah, lakukan action. Tak ada cara lain untuk mewujudkan resolusi, kecuali dengan melakukan sesuatu.

Namun, action bukan sembarang action. Pastikan action yang terstruktur, dan lakukan dari yang paling mudah dan yang paling dekat yang dapat kita lakukan.

Selanjutnya, pastikan pula bahwa waktu kita diisi dengan hal-hal yang hanya mendekatkan kita dengan terjwujudnya resolusi kita. Minimalisir hal-hal/kegiatan yang tidak mendukung terwujudnya resolusi tersebut.

Nah, semua hal di atas adalah kaidah-kaidah yang musti dipenuhi oleh siapapun yang ingin resolusi tahunannya tercapai. Atau paling tidak meningkatkan persentase keberhasilannya hingga di atas 50%.

Selamat membuat resolusi tahunan, selamat mewujudkannya, dan semoga tahun 2018 adalah titik awal perubahan hidup kita menuju pencapaian-pencapaian yang mengesankan.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved