Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kapolri Reuni dengan Terpidana Bom Kedubes Australia di Nusakambangan, Bergini Perbincangannya

Senyum Tito tak lepas dari momentum pertemuannya dengan Iwan Darmawan Mutho alias Rois.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menkum HAM Yasonna Laoly kunjungi Lapas High Risk Nusakambangan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, CILACAP- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) meninjau Lembaga Pemasyarakatan High Risk di Nusakambangan.

Dua Lapas yang segera diaktifkan untuk menampung para napi berisiko tinggi (high risk) ini adalah Lapas Batu sebagai Lapas khusus bandar narkoba, serta Lapas Pasir Putih untuk napi teroris.

Kapolri Tito Karnavian tertawa renyah saat keluar dari Lapas High Risk Pasir Putih Nusakambangan dan bertemu awak media.

Senyum Tito tak lepas dari momentum pertemuannya dengan Iwan Darmawan Mutho alias Rois.

Baca: Tiket Kereta Api dari Semarang di Hari Ini saat Libur Natal dan Tahun Baru Telah Habis Terjual

Rois adalah terpidana mati atas kasus pengeboman Kedutaan Besar Australia, atau biasa disebut bom Kuningan, September 2004 silam.

Sebuah bom meledak saat itu di depan Kedubes Australia hingga menewaskan sejumlah warga sipil dan pekerja.

Tito yang saat itu menjabat sebagai Kepala Densus 88 Anti Teror Polda Metro Jaya bersama anak buahnya berhasil melumpuhkan Rois bersama tiga rekan lainnya, Ahmad Hasan, Apuy, dan Sogir alias Abdul Fatah di Bogor Jawa Barat.

Rois kemudian dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Mereka memiliki peran berbeda dalam peledakan bom yang diduga diotaki Dr Azhari dan Noordin M Top tersebut.

"Saya reuni tadi dengan Rois, ketemu di Lapas Pasir Putih. Ya kami bernostalgia. Dia bilang, sekarang beda nasib dengan saya," kata Tito sambil melempar tawa ke wartawan, usai mengunjungi Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Jumat (23/12/2017).

Baca: Sang Legenda PSIS Semarang Tugiyo Terbaring Sakit, Ini Harapan Yogi Ardianto

Tito juga menjelaskan latar belakang Rois yang memiliki jam terbang tinggi dalam tindak kejahatan terorisme.

Rois disebutnya kader teroris yang terlatih.

Ia pernah berpengalaman bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata di Filipina untuk melakukan kontak senjata dengan musuh.

Rois juga sempat ditempa pendidikan militer bersama kelompok radikal di Afganistan.

"Dia cukup terlatih, lulusan Afganistan. Saat ditangkap dulu, kami sempat kontak senjata dengannya dan teman-temannya," katanya.

Baca: Pengemudi Cari HP yang Jatuh, Taksi Online yang Dikendarainya Keluar Jalur dan Menabrak

Namun, bukan aksi bom bunuh diri yang mengakhiri riwayat Rois.

Ia harus bersabar menunggu kematian di dalam Lapas Nusakambangan.

Dia kini menempati Lapas High Risk Pasir Putih yang disiapkan khusus bagi napi teroris berisiko tinggi sekelas dia dengan penjagaan ekstra.

Rois tak bisa berkutik di Lapas High Risk, karena selain diawasi ketat oleh petugas dan CCTV, interaksinya dengan orang luar juga dibatasi.

Perlakuan khusus terhadap napi teroris berisiko tinggi ini agar napi tidak memiliki kesempatan untuk membangun sel jaringan teroris baru dari dalam Lapas, hingga melakukan radikalisasi terhadap orang di sekitarnya.

Karena itu, sebagaimana manajemen di Lapas High Risk Batu khusus bandar narkoba, ada assessment khusus untuk calon para pegawai yang bertugas menjaga dan mengawasi napi teroris ini.

"Dulu waktu di Polda katanya bisa lebih bebas, di Pasir Putih sini ampun-ampun dia, gak bisa apa apa," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved