Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

INSPIRATIF! Kaki Penjual Balon di Tegal Ini Diamputasi, Tapi Tetap Semangat Kerja

Abdullah (33) berjalan dengan bantuan kruk jajakan balon udara di Alun-alun Kota Tegal

Tayang:
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Abdullah, Penjual Balon Tegal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Abdullah (33) berjalan dengan bantuan kruk jajakan balon udara di Alun-alun Kota Tegal, Rabu (27/12/2017) pukul 21.00 WIB.

Abdullah adalah warga Kemanggungan Kabupaten Tegal.

"Sudah dua bulan saya berjualan keliling Alun-alun Kota Tegal. Ya tidak masalah menggunakan kaki satu yang penting masih bisa jalan," tuturnya kepada Tribunjateng.com.

Kaki kirinya diamputasi enam bulan lalu.

Ia mengalami kecelakaan pada tahun 2014 di Tangerang. Ia tertabrak truk dan nahasnya kaki kirinya terlindas.

Sejak itu ia kembali ke Tegal. Kaki kirinya dioperasi dan diberi pen. Karena biaya yang tak kunjung berkurang karena Abdullah harus rutin lakukan gonta-ganti pen, ia putuskan untuk mengaputasi kaki kirinya.

"Ya biayanya mahal untuk merawat kaki ini. Kami putuskan untuk diamputasi saja. Istri saya juga sudah setuju, " imbuhnya.

Malam ini balon udaranya baru terjual 5 buah. Perbalon harganya Rp 15.000.

Ia menerangkan jika perkerjaan tersebut sebagai tambahan untuk membiayai sekolah anaknya yang masih SD.

"Sehari Rp 100 ribu dapat," imbuhnya.

Ia berjualan balon udara sebagai tambahan nafkah. Pagi hari ia membantu took level. Tugasnya bersih-bersih.

Tampak malam itu ada pembeli menghentikan langkahnya.

Beberapa orang di sekitar mengaku seeing melihat Abdullah berkeliling Alun-alun.

"Terkadang ia juga beristirahat di gapura itu, " tutur Lia (34) penjual sosis bakar kepada Tribunjateng.com usai membeli satu balon untuk anaknya.

Lia menerangkan membeli juga karena iba.

"Biar cepat habis jualannya, " tuturnya.

Abdullah tidak meminta hal yang berlebihan usai kaki kirinya diamputasi.

"Cukup membantu istri saya cari nafkah saja sudah bersyukur, " tutur Abdullah.

Sehari-hari istrinya berjualan di taman poci baru Kota Tegal. Pukul 22.00 WIB istrinya akan menjemput Abdullah di sisi Utara Alun-alun dekat masjid untuk pulang tuk segera istirahat dan melanjutkan aktivitas yang sama untuk hari berikutnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved