Menristekdikti Bangun Science Techno Park Kembangkan Inovasi Berbasis Teknologi
Oleh karena itu pihaknya telah menyipakan fasilitas berupa Science Techno Park (STP) di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Pengembangan inovasi riset di perguruan tinggi harus bisa menyentuh masyarakat secara umum.
Selain itu juga inovasi bagi setiap riset yang telah dilakukan oleh perguruan tinggi harus mampu menembus dunia industri.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir saat melakukan kunjungan di Kampus Universitas Diponegoro Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jumat (29/12/2017).
Oleh karena itu pihaknya telah menyipakan fasilitas berupa Science Techno Park (STP) di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Satu di antaranya yaitu di Jepara yang bertepatan di Kampus Undip Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
“Di seluruh Indonesia sudah ada sembilan STP dengan berbagai sektor. Kalau di Jepara merupakan pengembangan di bidang kelautan,” kata Muhammad Nasir.
Dia mengatakan, keberadaan STP merupakan upaya pemerintah atas pengembangan riset supaya berdampak langsung kepada masyarakat. Selain itu bagi akademisi supaya bisa meningkatkan inovasi dari setiap riset yang sudah dilakukan.
“Dengan fasilitas yang tersedia, kami harap bisa maksimal berdampak bagi masyarakat dan bisa meningkatkan inovasi akademisi,” kata dia.
Dia menjelaskan, STP bertujuan sebagai pusat inkubasi seklaigus tempat bagi para akademisi untuk riset maupuan pengembangannya yang berbasis teknologi.
“Kalau inovasi riset tidak berbasis teknologi tidak ada nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.
Diketahui, di Jepara mulai diaktifkan sejak tahun 2015 Marine Science Techno Park (MSTP) di atas lahan seluas 52 hektar yang bertepatan di Kampus Universitas Diponegoro Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FKIP). Sepanjang tiga tahun terakhir, MSTP telah menerima gelontoran dana dari pemerintah pusat sebanyak Rp 15 miliar sejak 2015.
Nasir berharap, MSTP bisa menjadi tempat bagi akademisi melakukan pengembangan inovasi sesuai dengan bidang kelautan. Selanjutnya, masyarakat bisa langsung menikmati inovasi yang dihasilkan.
“Fasilitas yang ada harus bisa meningkatkan para peneliti bahwa inovasi yang telah dihasilkan bisa masuk ke dalam sektor industri,” tandasnya.
Ridwan, Direktur MSTP mengatakan, tugas utama yang akan pihaknya lakukan yaitu pengembangan riset yang bisa langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu juga sebagai pengembangan inkubasi industri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menristekdikti_20171229_191158.jpg)