Pilpres 2019
70 Persen Responden Setuju Prabowo Dampingi Jokowi di Pilpres 2019
70 Persen Responden Setuju Prabowo Dampingi Jokowi di Pilpres 2019. Demikian survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kursi Presiden menjadi perbincangan hangat menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Banyak lembaga yang melakukan survei terhadap berbagai kemungkinan kandidat suksesor dari Jokowi.
Satu di antaranya adalah Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam presentasi survei nasional SMRC yang digelar kemarin ada yang menarik.
Hal itu yakni pertanyaan apakah responden setuju atau tidak Jokowi dan Prabowo bersatu dalam Pilpres 2019?
"Sebanyak 66,9 persen responden menyatakan setuju," ujar Direktur Utama SMRC, Djayadi Hanan.
Sementara itu sebanyak 28,4 persen responden menyatakan tidak setuju Jokowi dan Prabowo. Adapun sisanya yakni 4,7 persen tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan tersebut.
Saat responden ditanya lebih lanjut, siapa sebaiknya menjadi calon presiden dan calon wakil presiden bila Jokowi dan Prabowo berpasangan di Pilpres 2019, sebanyak 66,9 persen menilai Jokowi layak jadi presiden dan Prabowo jadi wakilnya.
Sementara itu sebanyak 28,4 persen menyatakan Prabowo sebaiknya jadi presiden dan Jokowi jadi wakil presiden. Adapun 4,7 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu.
Dalam hal elektabiltas Presiden, Survei SMRC menunjukkan posisi Jokowi terus menguat.
Survei Desember ini menunjukkan jumlah warga yang menyatakan akan memilih Jokowi sebagai Presiden berdasarkan pertanyaan semi terbuka (kepada responden ditampilkan daftar lebih dari 30 nama capres), mencapai 53 persen.
Menurut Djayadi, angka itu merupakan kenaikan signifikan dibandingkan dengan survei pada September 2017, di mana suara Jokowi baru mencapai 45,6 persen. Di sisi lain, nama pesaing terdekat Jokowi hanyalah Prabowo yang hanya memperoleh 18,5 persen suara.
Djayadi menyebut angka yang diperoleh Prabowo tidak menunjukkan perubahan dukungan dibandingkan dengan hasil survei September 2017.
Untuk nama calon wakil presiden (cawapres), terdapat tiga nama yang mendapat suara terbanyak. Tiga nama itu yakni Jusuf Kalla (14,1 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (12,7 persen), dan Gatot Nurmantyo (12,2 persen).
Djayadi menilai munculnya nama AHY tidak terlepas dari sosoknya yang populer berkat maju dalam Pilgub DKI Jakarta tahun lalu. Adapun nama-nama lain seperti Hary Tanoesudibjo, Wiranto, dan Sri Mulyani ada di bawah 10 persen.
Survei SMRC dilakukan dengan wawancara lapangan pada 7-13 Desember 2017. Jumlah responden sebanyak 1.059 orang di 34 provinsi dengan margin of error sebesar 3,1 persen.
Elektabilitas
Presentasi survei nasional yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan mengalami peningkatan elektabilitas.
Survei itu menegaskan PDI Perjuangan akan memperoleh suara jauh lebih besar pada Pemilu 2019 dibandingkan dengan hasil Pemilu 2014.
Djayadi pun membeberkan sejumlah alasan yang melatarbelakangi meningkatnya elektabilitas PDI Perjuangan dalam menyambut tahun politik ke depan. Faktor pertama, kata Djayadi, yang menjadi alasan adalah sedikitnya warga yang memiliki kedekatan dengan partai politik tertentu.
"Survei SMRC menunjukkan bahwa hanya sekitar 11 persen warga yang mengakui memiliki kedekatan dengan partai politik tertentu (Party-ID)," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/presiden-jokowi-dan-prabowo_20180103_154615.jpg)