Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

WOW, Ada Hiu di Kamar Mandi Milik Warga Kampung Pancuran Kota Salatiga

Archellia Rena Hapsari (11) rela berjalan kaki dari sekolahnya di SDN 1 Kutowinangun, demi berpose dengan latar belakang sayap malaikat.

Tayang:
Penulis: ponco wiyono | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
Salah satu kreasi warga Kampung Pancuran, "akuarium hiu". Masyarakat RW 4 Kelurahan Kalipancur Lor Kelurahan Tingkir dua minggu terakhir menghias kampung mereka dengan mengecat bangunan dengan warna-warni. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kampung‎ pelangi mungkin belakangan sudah marak didapati di berbagai daerah.

Namun kampung pelangi di Kota Salatiga ini unik, karena dibuat secara tiga dimensi.

Adalah Kampung Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, yang dua minggu terakhir ini diperindah dengan warna-warni pada bangunan dan tepi-tepi jalannya.

Archellia Rena Hapsari (11) rela berjalan kaki dari sekolahnya di SDN 1 Kutowinangun, demi berpose dengan latar belakang sayap malaikat.

Gadis berpanggilan Rena ini mengaku mendapatkan informasi keberadaan kampung pelangi dari kawan sekelasnya, Zahra Amalia (11) yang tinggal di dekat kawasan tersebut.

"Zahra bilang banyak tempat untuk foto-foto baru di dekat rumahnya, ternyata memang benar bagus," ujarnya kepada Tribun pada Kamis (4/1/2017).

Baca: Asyik, Dream Museum Zone Museum Lukisan 3D Buka di Semarang Bisa Bergaya Zaman Now

Seniman lokal yang menggarap tata gambar di kamung pelangi adalah Didik SM (52).

Bersama para warga, ia bergotong-royong menghias kampungnya dengan lukisan berbahan dasar cat.

Tidak tanggung-tanggung, tiga ton cat disiapkan untuk menghias kampung Pancuran RW 4 yang memiliki 18 RT.

"Pengerjaannya meliputi buk, tembok tepi sungai, dan rumah warga yang bersedia dicat. Pembiayaan sendiri diberikan oleh donatur," ungkapnya.

Salah satu yang menarik adalah lukisan tiga dimensi kamar mandi di depan rumah yang dibuat seolah-olah akuarium raksasa penampung ikan hiu.

Menurut Didik, untuk membuat lukisan tersebut diperlukan waktu satu minggu.

"Kalau dilihat teliti, sebenarnya semua lukisan di kampung pelangi ini tiga dimensi. Semua lukisan dikerjakan saya dan kawan saya Roniarto, sementara pengecatan dibantu warga kami," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved