Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Innalillahi, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Batu Padas, Tengkorak Remuk

Seorang pekerja serabutan, Muhammad Rifai Bin Jumain (28) warga Desa Pancur Rt 29 Rw 06 Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara meninggal

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Seorang penambang tewas tertimpa tanah padas 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Seorang pekerja serabutan, Muhammad Rifai Bin Jumain (28) warga Desa Pancur Rt 29 Rw 06 Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara meninggal akibat tertimpa tanah dan batu padas.

Kejadian mengenaskan tersebut terjadi kemaren siang Kamis, (04/01/2018) sekira pkl 14.00 Wib.

Di lokasi penambangan/galian batu gunung blok sepacet turut Desa Pancur Rt. 31/ 06 Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara milik/pengelola Sdr. Mahmud (43) warga Desa Pancur Rt. 55/11 Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara.

Menurut keterangan saksi bernama Rosidi (55) dan Khamim (34) mengatakan bahwa pada sekira pukul 08.00 s/d 12.00 WIB mereka berdua bersama korban mulai bekerja di lokasi penambangan batu belah / batu gunung.

"Korban mengambil batu dari tebing dengan cara mencongkel dengan nenggunakan alat berupa betel dan palu, sedangkan kami memecah batu.

Kemudian sekira pukul 13.00 WIB kami bersama korban bersama mulai bekerja lagi dan sekira pukul 14.00 WIB pada saat korban sedang berusaha mengambil batu yg masih berada di tebing dengan cara menggunakan alat betel dan palu.

Tiba-tiba tanah padas yang berada diatasnya runtuh dan menimpa kepala korban yang mengakibatkan korban terjatuh dalam posisi terlentang," ungkap Rosidi

Secara terpisah Kapolsek Mayong AKP Karman membenarkan kejadian yang terjadi di wilayahnya.

"Korban meninggal dunia langsung di tempat kejadian karena terkena benda keras yaitu tanah padas yang runtuh dari ketinggian 3 meter dari permukaan tanah dan menimpa kepala korban hingga korban jatuh telentang dengan posisi kepala di barat," terang Kapolsek.

Kanit Intelkam dan Kanit sabhara serta piket SPK membawa tim medis dari Puskesmas Mayong I (pancur) mendatangi TKP.

"Keterangan dari dr Hadi Korban meninggal karena luka di bagian tengkorak kepala bagian kiri remuk, dada sebelah kanan mengalami lebam, tangan kanan lecet - lecet dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," ungkapnya.

Setelah itu jenazah dibawa pulang oleh keluarga dengan dibantu warga masyarakat sekitar.

Jenazah akan dibawa pulang kerumah orang tuanya dan dimakamkan di Ds. Kajar Kec. Dawe Kab. Kudus.

Atas kejadian tersebut dari pihak keluarga korban telah menerimakan dan tidak akan menuntut kepada siapapun (pemilik tambang/galian) dan kejadian tersebut dianggap sebagai musibah. (Humas Polres Jepara)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved