Inilah Kunci Kemenangan PSIS Atas Bali United Menurut Subangkit
PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan dalam laga uji coba menghadapi Bali United, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (10/1/2018).
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan dalam laga uji coba menghadapi Bali United, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (10/1/2018).
Satu-satunya gol tercipta di pertandingan ini lahir dari kaki Hari Nur Yulianto di menit ke 71.
Berawal dari skema serangan balik, Hari Nur sukses memanfaatkan bola rebound, dari hasil tembakan Samuel Nainggolan Sibatuara yang gagal diamankan dengan baik oleh kiper Bali United, Wawan Hendrawan.
Seusai pertandingan, Headcoach PSIS, Subangkit menyebut, ia mengaku puas dengan kinerja anak asuhnya, yang mampu menunjukkan gaya permainan sesuai yang diinnginkan tim pelatih.
Pelatih asal Pasuruan ini juga menyebut, dalam pertandingan melawan Bali United, ia memang lebih menekankan anak asuhnya untuk bermain bertahan.
Terbukti dengan turunnya lima pemain bertahan sekaligus dalam laga melawan Bali United. Yakni Petar Planic (Trial), Fauzan Fajri (Trial), M Rio Saputra, Akbar Riansyah, dan Frendy Sahputra.
Subangkit hanya menyimpan dua pemain belakang di bangku cadangan, yakni Safrudin Tahar (Bek Kanan), dan pemain seleksi M. Tegar (Bek Tengah).
"Kami harus realistis lah, karena kami main di kandang lawan, dan tentunya persiapan mereka di sini sudah matang, apalagi tinggal menghitung hari mereka main di level Asia. Untuk itu, kami harus defend dulu yang bagus, baru setelah menguasai bola, kami keluar menyerang," kata Subangkit.
"Jadi saya pikir, strategi kali ini berhasil. Paling tidak pemain sudah mampu menerapkan skema yang saya inginkan," imbuhnya.
Menanggapi gol yang diciptakan Hari Nur, Subangkit menyebut, gol bisa tercipta karena tim lawan keasikan menyerang sehingga peluang menciptakan gol melalui skema serangan balik berhasil.
Ia juga mengatakan, secara penguasaan bola, Bali United lebih unggul dalam penguasaan bola, dengan perbandingan 55-45 persen.
"Kalau gol tadi, tuan rumah asyik menyerang. Begitu kena counter attack, pemain belakang mereka lambat turun. Tapi yang jelas, secara penguasaan bola mereka lebih unggul," katanya.
Lebih lanjut, meski PSIS mampu memenangi laga, ia mengatakan masih butuh sekali lagi laga uji coba, sebelum berkiprah di turnamen pra musim, Piala Presiden. Disamping itu, ia menjelaskan masih banyak PR yang perlu ia benahi sebelum kompetisi bergulir.
"Pertandingan hari ini sama saja dengan simulasi saat away di Liga 1 nanti. Jadi anak-anak harus siap menghadapi tekanan dari lawan, dari suporter. Itu mereka harus siap. Dan saya kira, anak-anak ini butuh banyak uji coba melawan tim Liga 1."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kuat-psis-semarang-melaean-bali-united-istimewamedia-officer-psis_20180110_164834.jpg)