Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilkada Serentak di Jateng

PPP Terbelah di Pilkada Banyumas

PPP Terbelah di Pilkada Banyumas. Bendahara DPC PPP Banyumas Liliy Hayati ikut mendampigi pasangan tersebut mendaftarkan pencalonannya

Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
tribunjateng/khoirul muzaki
PPP - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Banyumas Achmad Husein-Sadewo Tri didampingi pengurus partai pendukung dari PDIP, Demokrat dan Nasdem serta PPP saat jumpa pers di KPU Banyumas. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terbelah pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2018. Rekomendasi DPP PPP telah jatuh pada pasangan calon Mardjoko-Ifan Haryanto yang juga diusung partai Golkar, dan PKB.

Namun sebagian pengurus cabang justru berseberangan dengan keputusan DPP itu.

Mereka tetap kukuh mendukung pasangan petahana Achmad Husein-Sadewo Tri Lastiono dalam pertarungan Pilkada Banyumas 2018.

Bendahara DPC PPP Banyumas Liliy Hayati ikut mendampigi pasangan tersebut mendaftarkan pencalonannya ke KPU Banyumas bersama pengurus partai pegusung lain.

Lily mengatakan, keputusan yang diambil pihaknya untuk medukung pasangan tersebut melalui pertimbangan matang. Keputusan itu diambil berdasarkan suara terbanyak pada Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang diikuti 27 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP di Banyumas.

"Walaupun rekomendasi DPP jatuh ke pasangan sebelah, namun pertimbangan Rakercab, sebagian besar PAC sepakat dukung pak Husein," katanya.

Hasil Rakercab mengenai dukungan itu sebetulnya telah dilaporkan ke Dewan Pimpinan Wilayah DPW) PPP Jateng. Namun Lily heran, rekomendasi dari DPP justri kemudian jatuh ke pasangan Mardjoko-Ifan Haryanto.

Namun rekomendasi itu tak membuat kubunya lantas menarik dukungan dari pasangan Husein-Sadewo. Meski berseberangan dengan rekomendasi DPP, kubunya tetap solid mendukung pasangan tersebut. Ia juga mengklaim, sebagian besar PAC sesuai Rakercab tetap menyatakan dukungannya terhadap petahana.

Lily mengatakan, keputusan ini diambil dengan melihat situasi pendukung partai di tingkat bawah (grassroot) yang masih menghendaki Husein tetap memimpin Banyumas. Ia justru menyayangkan keputusan DPP yang berlainan dengan kehendak pendukung partai di bawah.

"Kami merasa pusat gak ada komunikasi dengan DPC sebelum menjatuhkan pilihannya ke pasangan sebelah. Harusnya dikomunikasikan lebih dulu karena suara di bawah cenderung memilih pasangan lain," katanya.

Lily paham betul konsekuensi dari keputusan pihaknya yang berseberangan dengan DPP dalam mendukung pasangan calon, mulai dari sanksi berupa teguran hingga dikeluarkan dari keanggotaan partai.

"Itu sebuah risiko. Namun ini suara dari bawah yang masih menginginkan Husein kembali memimpin, karena melihat kinerjanya selama ini," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved