Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

FOCUS

Revolusi PSSI

Presiden Joko Widodo menyaksikan laga timnas Indonesia kontra Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/1) petang.

Penulis: arief novianto | Editor: iswidodo
tribunjateng/bram
ARIEF NOVIANTO Wartawan Tribun Jateng 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Joko Widodo ikut menyaksikan laga timnas Indonesia kontra Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (14/1) petang.

Presiden tampak mengenakan jersey timnas Indonesia berwarna merah berada di ruang VVIP stadion bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri Kabinet Kerja, dan sejumlah pejabat tinggi lain.

Sebelum laga itu, Presiden Jokowi meresmikan SUGBK setelah direnovasi. Seluruh pendukung timnas Indonesia yang hadir pun memberikan tepuk tangan meriah.

Namun, ketika Ketua Umum PSSI, Mayjen TNI (Purn) Edi Rachmayadi disebut melalui pengeras suara, para pendukung timnas justru kompak menyerukan ‘Huuuuu...’.

Para pendukung timnas juga kemudian kompak menyerukan yel-yel yang ditujukan kepada Edi Rachmayadi.

“Revolusi, revolusi, revolusi PSSI,” seru para pendukung dengan kompak.

Yah, dalam laga itu, tim yang telah lolos untuk berlaga di Piala Dunia 2018 tersebut membabat timnas Indonesia dengan skor cukup telak 1-4, meski di babak pertama anak-anak asuhan Luis Milla sempat mengimbangi permainan dengan skor 1-1.

Kedudukan berubah pada menit 59. Timnas Islandia unggul 2-1 atas Indonesia. Tak berselang lama, Islandia menambah keunggulan pada menit 66 lewat penalti, dan terakhir pada menit 72 juga lewat titik putih 12 pas.

Tampaknya, seruan para pendukung timnas itu layak menjadi perhatian serius Presiden Jokowi ke depan, mengingat prestasi membanggakan yang tak kunjung diraih Indonesia di ajang Internasional, terutama Piala Dunia.

Sejarah mencatat, Indonesia di bawah bendera Kolonial Belanda tercatat pernah ikut berpartisipasi dalam pertandingan sepakbola terakbar sejagat, yaitu Piala Dunia 1938 di Perancis.
Indonesia yang dulu dikenal dengan Hindia-Belanda, menurut aturan Badan Sepakbola Dunia (FIFA) tetap menyandang rekor negara pendahulu, sekaligus tercatat oleh FIFA sebagai negara Asia pertama yang berpartisipasi dalam Piala Dunia.

Kenangan indah itupun terus dinantikan penggemar sepakbola Tanah Air, meski sangat disadari 'masih jauh panggang dari api'. Tetapi, tidak ada hal yang mustahil jika segala sesuatunya dilakukan serius, dimulai dari pembenahan pada PSSI.

Setidaknya, pembuktian selanjutnya bakal segera terlihat dalam ajang Asian Games 2018, di mana PSSI menargetkan Indonesia sebagai tuan rumah bisa masuk ke babak empat besar, lebih baik dari ajang sebelumnya di babak 16 besar.

Jika target itu meleset, mungkin revolusi PSSI menjadi jalan yang harus ditempuh demi sepakbola Indonesia yang lebih baik. Terlebih, Ketum PSSI, Edi Rachmayadi, kini terjun dalam politik praktis untuk mengikuti kontestasi Pilgub Sumut. (Tribun Jateng/Arief Novianto)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved