Pilkada Kudus

59 Nama Penyelenggara dan Pengawas Tercantum di Sipol

Terdapat 59 nama penyelenggara maupun pengawas pemilu yang sistem informasi partai politik (Sipol).

59 Nama Penyelenggara dan Pengawas Tercantum di Sipol
Kompas.com / Dani Prabowo
ILustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Terdapat 59 nama penyelenggara mapun pengawas pemilu yang sistem informasi partai politik (Sipol).

Padahal, sistem tersebut merupakan basis data yang mencatat keanggotaan partai politik peserta Pemilu 2019 mendatang.

Wahibul Minan, Ketua Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Kudus mengatakan, pihaknya menemukan nama-nama tersbeut saat melakukan pencocokan nama-nama penyelenggara dan pengawas ke Sipol.

“Kami lakukan pencocokan pada Rabu (17/1/2018) malam. Hari ini akan kami lakukan klarifikasi,” kata Minan, Kamis (18/1/2018).

Dari 59 nama yang terdapat pada Sipol, katanya, 12 di antaranya merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), 1 nama merupakan anggota panitia penyelenggara kecamatan (PPK).

Sementara 41 nama lainnya merupakan anggota Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), 3 nama merupakan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), dan sisanya 2 nama merupakan anggota Pengawas Pemilu Lapangan (PPL).

Menanggapi hal tersebut, pihaknya akan mengklarifikasi secara langsung nama-nama yang tercantum dalam Sipol. Terutama mereka yang notabene sebagai anggota pengawas yang masih dalam tanggung jawabnya.

Dia menuturkan, kemungkinan nama-nama yang masuk ke dalam Sipol terdapat dua kemungkinan. Menurutnya , kemungkinan pertama nama tersebut bisa masuk yang bersangkutan sebelumnya pernah menjadi kader partai. Atau, kemunkinan selanjutnya yaitu nama yang bersangkutan asal dicantumkan di Sipol.

Menurutnya, jika terdapat sanggahan dari nama-nama yang tercantum dalam Sipol, secara prosedur dia harus membuat surat keterangan tidak tercantum di Sipol serta surat keterangan dari Ketua Partai Politik.

Jika nama-nama yang tercantum di Sipol benar adanya, maka akan diganti melalui mekanisme pengganti antarwaktu (PAW).

“Itu untuk yang pengawas. Sedangkan untuk penyelenggara mekanismenya akan kami serahkan kepada KPU Kudus,” kata Minan.

Moh Khanafi, Ketua KPU Kudus mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih belum mendapatkan rekomendasi dari Panwaskab terkait nama-nama yang tercantum di Sipol. Hanya saja, jika memang terbukti ada penyelenggara yang namanya masuk ke Sipol pihaknya akan segera mencopotnya.

Hingga saat ini kami masih belum mendapatkan rekomenmdasi dari Panwaskab. Kalau memang terbukti akan dicopot, dan itu tidak memengaruhi kinerja KPU yang sebentar lagi akan ada tahapan Coklit (Pencocokan dan Penelitian),” katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved