Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rektor UPGRIS Berharap Sekolah-sekolah Wajibkan Siswanya Ikut Pramuka

Rektor Universitas PGRI Semarang Muhdi berharap agar sekolah-sekolah mewajibkan siswanya ikut kegiatan pramuka

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN
Sabtu (20/1/2018) bertempat di Halaman Kampus IV UPGRIS, Racana Subiadinata menggelar Roscomp ke IX. Rektor UPGRIS Muhdi berharap sekolah sekolah wajibkan siswanya ikuti kegiatan pramuka 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di era saat ini banyak pihak khawatir generasi muda kehilangan karakter kebangsaan.

Karena itu, Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Dr Muhdi SH Mhum berharap agar sekolah-sekolah dapat segera mengeluarkan kebijakan demi penguatan pendidikan karakter terhadap para anak didiknya. Seperti yang telah diamanahkan Presiden RI Joko Widodo.

"Tidak hanya Presiden RI, saya secara pribadi pun resah, gelisah melihat kondisi yang seakan-akan semakin mengabaikan pendidikan karakter. Dalam hal mendidik karakter generasi muda bukan sekadar kewajiban perguruan tinggi, tetapi juga sekolah serta seluruh elemen masyarakat," tandas Muhdi.

Hal itu disampaikannya di sela-sela dirinya membuka Rover Scout Competition (Roscomp) ke IX se Jawa Tengah yang digelar Racana Subiadinata UPGRIS di Halaman Kampus IV UPGRIS Jalan Gajah Raya Kota Semarang, Sabtu (20/1/2018).

Menurutnya, apa yang menjadi kecemasan maupun kekhawatiran itu sebenarnya bisa dijawab melalui penerapan Dasa Dharma Pramuka. Sebab, di dalamnya dirasa telah lengkap. Karena itu, pihaknya pun berharap serta meminta kepada pihak sekolah untuk dapat menempatkan kegiatan pramuka sebagai kegiatan wajib di sekolah.

"Melalui program pramuka sebagai kegiatan utama untuk penguatan pendidikan karakter diharapkan bisa dilaksanakan secara totalitas, jangan sepotong-potong apalagi ada image keterpaksaan," jelasnya.

Itu semua, ucapnya, sebenarnya bisa disiasati melalui kemasan program pramuka secara kreatif, inovatif, dan dikenalkan secara baik. Dari kegiatan itu, mereka secara langsung maupun tidak langsung, secara berangsur-angsur pun akan semakin senang, semakin memahami makna di dalam Dasa Dharma Pramuka.

"Seperti halnya yang selama ini kami berikan kepada Racana Subiadinata. Racana itu telah menjadi unit kegiatan kemahasiswaan di UPGRIS yang sangat penting. Kami pun berupaya terus untuk menempatkannya di posisi terbaik. Kami berikan terus kesempatan mereka menggelar kegiatan apapun, termasuk juga memberikan sertifikasi kepada aktivisnya," terangnya.

Dan yang sekiranya perlu menjadi garisbawah, menurut Muhdi, di posisikannya pramuka sebagai kegiatan wajib di UPGRIS, harapannya para mahasiswa seusai lulus memiliki kemampuan baik dan mereka ketika menjadi guru pun berpotensi besar menjadi seorang Pembina pramuka yang hebat.

"Pramuka sejalan dengan visi, misi, maupun tagline di UPGRIS. Jati diri UPGRIS selama ini juga ada di pramuka. Karenanya kami akan senantiasa menempatkan pramuka sebagai bentuk kegiatan wajib bahkan utama. Itu yang terus kami dorong sampai kapanpun," tandasnya.

Sekadar informasi tambahan, pada Sabtu (20/1/2018) bertempat di Halaman Kampus IV UPGRIS, Racana Subiadinata menggelar Roscomp ke IX. Itu adalah ajang tiap dua tahun atau sudah sekitar 18 tahun berjalan secara rutin. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved