Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Para Model ini Pamerkan Busana Batik Tanpa Dijahit di Ruang Tunggu Bandara Ahmad Yani Semarang

Teknik Drapping merupakan mendesain kain berupa lembaran menjadi busana dengan cara melilit dan mengikat

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/WILUJENG PUSPITA
Para Model Totok Sahak bersama General Manager PT Angkasa Pura I (Persero), Maryono, di acara Street Fashion Show yang dimotori oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Teknik Drapping merupakan mendesain kain berupa lembaran menjadi busana dengan cara melilit dan mengikat, tanpa menggunakan jahitan.

Minggu (21/1/2018), dalam sebuah acara Street Fashion Show yang tiba-tiba beraksi di ruang tunggu bandara Ahmad Yani Semarang,  lima model Semarang tampak mengenakan kain batik khas Jawa Tengah dengan teknik drapping, alias hanya dililit pada tubuh.

"Dengan menggunakan teknik draping, kita bisa membentuk busana secara unik dan dapat dikenakan pada tubuh manusia. Melalui teknik draping, setiap orang bisa bereksperimen dalam mereka-reka bentuk yang diinginkannya, yang terkadang sulit ditemukan pada pola secara konstruksi," tutur Aldion Soe Priyono (47), TiaraHmas Fashion Designer Bridal and Makeup Artis. Senin (22/1/2018).

Para Model Totok Sahak Street Fashion Show yang dimotori oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang
Para Model Totok Sahak Street Fashion Show yang dimotori oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang (TRIBUN JATENG/WILUJENG PUSPITA)

Fashion Show tersebut dimotori oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang berkolaborasi dengan Sekolah Modeling Totok Sahak, Berbatiklurik, dan Tiara Hmas MUA.

Para Model Totok Sahak yang tiba-tiba muncul di ruang tunggu Bandara Ahmad Yani Semarang mampu membuat penonton terkejut dan terkesina.

Para model tersebut menggunakan kain batik dari Berbatiklurik, sebuah gerai batik milik pemerintah kota Semarang.

Kesempurnaan penampilan mereka semakin terlihat saat lilitan kain dengan  teknik drapping yang dibuat Aldion, begitu luwes dikenakan para model.

Model di acara Street Fashion Show yang dimotori oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang
teknik draping(wilujeng puspita dewi)

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero), Maryono, menuturkan bahwa acara fashion show tersebut mencoba memperkenalkan potensi batik Jawa Tengah  kepada masyarakat pengguna jasa pelabuhan udara, khususnya penumpang domestik, agar berminat membawa karya batik khas Jawa Tengah tersebut ke negaranya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved