Dinas Perdagangan : Februari, Semua PKL BKT Semarang Harus Tempati Pasar Klitikan Penggaron
Hal ini dilakukan lantaran adanya proses normalisasi BKT 2018 ini dan bertujuan agar kawasan BKT bersih dari bangunan-bangunan PKL
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
Laporan Reporter Tribun Jateng, Reza Gustav
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang lakukan pemetaan los-los Pasar Klithikan Penggaron, Pedurungan Kota Semarang guna mempersiapkan sejumlah Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) yang sebelumnya menempati lahan bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) Kota Semarang.
Hal ini dilakukan lantaran adanya proses normalisasi BKT 2018 ini dan bertujuan agar kawasan BKT bersih dari bangunan-bangunan PKL.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan bahwa nantinya setelah pemetaan di Pasar Klithikan tempat selesai, maka para PKL dapat menempatinya.
Terdapat Terdapat lima PKL dari lahan bantaran Banjir Kanal Timur (BKT), yaitu PKL Rejosari, Bugangan, Mlatiharjo, Karang Tempel, dan Pandean Lamper.
Nantinya, pada 31 Januari para PKL sudah harus melakukan boyongan dari kawasan bantaran BKT ke Pasar Klithikan Penggaron.
Lurah juga dilibatkan untuk acara boyongan tersebut.
Ada pun tenggang waktunya selama satu minggu hingga 7 Februari.
Fajar berharap para PKL berkenan untuk membuat lapaknya masing-masing dan bertujuan agar Pasar Klithikan Penggaron cepat ditempati.
Targetnya adalah kawasan BKT sudah harus bersih dari bangunan-bangunan PKL lantaran adanya proses normalisasi BKT 2018 ini.
“Target kami, bulan April mendatang, kawasan bantaran BKT sudah harus bersih dari bangunan PKL," tegasnya pada (22/1/2018).
Sedangkan untuk wilayah Kelurahan Tanjungmas nanti, para penghuni bantaran yang tidak memiliki usaha PKL akan ditampung di rumah susun sewa (rusunawa) yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/banjir-kanal-timur-bkt-kota-semarang_20180123_141925.jpg)