Gempa Bumi
Seisi RSUD Tangerang Teriak Minta Tolong Saat Gempa Bumi Mengguncang
Gempa bumi dengan kekuatan 6,1 skala richter (sebelumnya tertulis 6,4SR) mengguncang Lebak, Banten.
TRIBUNJATENG.COM, LEBAK - Gempa bumi dengan kekuatan 6,1 skala richter (sebelumnya tertulis 6,4SR) mengguncang Lebak, Banten, Selasa 23 Januari 2018
Gempa yang berpusat sekitar 81 kilometer sebelah barat daya Lebak, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer itu menimbulkan kerusakan cukup parah.
Tak hanya di Banten, gempa dirasakan sampai ke sejumlah wilayah lain di sekitarnya, dan sempat menyebabkan kepanikan. Di RSUD Tangerang misalnya, seisi gedung itu berteriak histeris.
Pihak RSUD sampai harus melakukan evakuasi terhadap sejumlah pasien. Para pegawai rumah sakit pun sempat kewalahan saat membawa pasien-pasien ke luar gedung.
"Semuanya yang berada di dalam (seisi RSUD-Red) teriak-teriak minta tolong," ujar Staf Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Lilik.
Mereka dievakuasi menggunakan kursi roda. Bahkan, ada juga yang dibawa dengan ranjang beroda. "Yang sulitnya itu yang di IGD, soalnya pasien-pasien masih terpasang perlatan medis, seperti alat infus dan lain-lain," ucapnya.
Lilik menyebut, akibat kejadian tersebut membuat pelayanan di rumah sakit tak berjalan seperti biasanya. Operasional terganggu lantaran adanya guncangan gempa itu.
"Kami menghentikan pelayanan sementara dan fokus kepada pasien-pasien untuk mengantisipasi adanya gempa susulan. Tetapi beberapa saat kemudian sudah berangsur normal kembali," jelasnya.
Adapun, sebanyak 334 rumah warga di Lebak, Banten rusak akibat gempa bumi, dengan rincian 300 rumah rusak ringan dan 34 rusak berat. "Total 334 rumah rusak," ujar Kepala Tagana Lebak, Aan Wiguna.
Kabag Humas Pemkab Lebak, Eka Prasetiawan menjelaskan, rumah-rumah penduduk mengalami kerusakan. Ratusan rumah rusak itu berada di 13 Kecamatan yang ada di Pemkab Lebak. "Data sementara ada 344 rumah yang rusak," paparnya.
Ia merinci sebanyak 303 rumah warga mengalami rusak ringan sementara 41 rumah rusak berat. "Paling banyak bangunan yang runtuh ada di Kecamatan Bayah, Panggarangan, dan Cijaku," ucapnya.
Eka merinci, di Kecamatan Cijaku ada sekitar 120 rumah yang rusak. Di Panggarangan sebanyak 92 dan pesisir Bayah ada 64.
"Rumah warga yang rusak berat di Bayah paling banyak jumlahnya 23, karena Bayah lokasinya berada di pesisiran dekat laut," jelasnya.
Menurut Eka, jajarannya masih terus melakukan pendataan. Pihak Pemkab Lebak juga melakukan evakuasi terhadap warga dan mendirikan posko pengungsian. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan luka-luka," urainya.
Berbeda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut ada 395 rumah yang rusak. Di antaranya di Bayah 41 rumah, Wanasalam 6, Panggarangan 92, Cilograng 9, Lebak Gedong 112, Sobang 2, Cimarga 2, Sajira 1, Cirinten 6, Cihara 1, Bojong Manik 3, dan Cijaku 120 rumah.
Selain itu, puskesmas di daerah Lebak Gedong juga mengalami retak-retak akibat gempa. Ada juga satu Masjid di Bayah Barat yang rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-di-kawasan-pandeglang-dan-cianjur-terdampak-gempa-di-lebak_20180124_072740.jpg)