Gempa Bumi

Seisi RSUD Tangerang Teriak Minta Tolong Saat Gempa Bumi Mengguncang

Gempa bumi dengan kekuatan 6,1 skala richter (sebelumnya tertulis 6,4SR) mengguncang Lebak, Banten.

Seisi RSUD Tangerang Teriak Minta Tolong Saat Gempa Bumi Mengguncang
tribunjateng/bnpb
Warga di kawasan Pandeglang dan Cianjur terdampak gempa di Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018). Gempa yang terjadi pada pukul 13.40 WIB tersebut menurut BMKG berpusat di 10 km kedalaman laut sebelah barat daya 81 km dari Lebak, Banten. TRIBUNNEWS/HO/BNPB 

TRIBUNJATENG.COM, LEBAK - Gempa bumi dengan kekuatan 6,1 skala richter (sebelumnya tertulis 6,4SR) mengguncang Lebak, Banten, Selasa 23 Januari 2018

Gempa yang berpusat sekitar 81 kilometer sebelah barat daya Lebak, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer itu menimbulkan kerusakan cukup parah.

Tak hanya di Banten, gempa dirasakan sampai ke sejumlah wilayah lain di sekitarnya, dan sempat menyebabkan kepanikan. Di RSUD Tangerang misalnya, seisi gedung itu berteriak histeris.

Pihak RSUD sampai harus melakukan evakuasi terhadap sejumlah pasien. Para pegawai rumah sakit pun sempat kewalahan saat membawa pasien-pasien ke luar gedung.

"Semuanya yang berada di dalam (seisi RSUD-Red) teriak-teriak minta tolong," ujar Staf Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Lilik.

Warga di kawasan Pandeglang dan Cianjur terdampak gempa di Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018). Gempa yang terjadi pada pukul 13.40 WIB tersebut menurut BMKG berpusat di 10 km kedalaman laut sebelah barat daya 81 km dari Lebak, Banten. TRIBUNNEWS/HO/BNPB
Warga di kawasan Pandeglang dan Cianjur terdampak gempa di Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018). Gempa yang terjadi pada pukul 13.40 WIB tersebut menurut BMKG berpusat di 10 km kedalaman laut sebelah barat daya 81 km dari Lebak, Banten. TRIBUNNEWS/HO/BNPB (TRIBUNNEWS.COM/bnpb)

Mereka dievakuasi menggunakan kursi roda. Bahkan, ada juga yang dibawa dengan ranjang beroda. "Yang sulitnya itu yang di IGD, soalnya pasien-pasien masih terpasang perlatan medis, seperti alat infus dan lain-lain," ucapnya.

Lilik menyebut, akibat kejadian tersebut membuat pelayanan di rumah sakit tak berjalan seperti biasanya. Operasional terganggu lantaran adanya guncangan gempa itu.

"Kami menghentikan pelayanan sementara dan fokus kepada pasien-pasien untuk mengantisipasi adanya gempa susulan. Tetapi beberapa saat kemudian sudah berangsur normal kembali," jelasnya.

Adapun, sebanyak 334 rumah warga di Lebak, Banten rusak akibat gempa bumi, dengan rincian 300 rumah rusak ringan dan 34 rusak berat. "Total 334 rumah rusak," ujar Kepala Tagana Lebak, Aan Wiguna.

Kabag Humas Pemkab Lebak, Eka Prasetiawan menjelaskan, rumah-rumah penduduk mengalami kerusakan. Ratusan rumah rusak itu berada di 13 Kecamatan yang ada di Pemkab Lebak. "Data sementara ada 344 rumah yang rusak," paparnya.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved