Sekda Sri Puryono: Stok Beras di Jawa Tengah untuk Tahun Ini Surplus
Pihaknya menerangkan Pemerintah Provisni Jawa Tengah sudah melakukan operasi pasar di berbagai daerah.
Penulis: budi susanto | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Terkait isu kelangkaan dan meroketnya harga beras di kalangan masyarakat, Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menyatakan Jawa Tengah masih surplus beras, Rabu (24/1/2018).
Pihaknya menerangkan Pemerintah Provisni Jawa Tengah sudah melakukan operasi pasar di berbagai daerah.
“Beras di Jawa Tengah masih surplus 3,2 juta ton pertahun, karena produk beras Jateng mencapai 7 juta ton pertahun, yang dipakai hanya sekitar 2,6 juta ton. Jadi masih surplus," ujarnya.
Baca: Bulog Jamin Persediaan Beras Hingga Maret Terpenuhi
Sri menambahkan terjadi peningkatan harga beras mulai November 2017 hingga Januari 2018.
"Karena tidak ada panen raya, sehingga harga menjadi naik, karena hukum ekonomi berlaku, stok barang kurang tapi permintaan meningkat," paparnya.
Pihaknya menerangkan dibJateng mulai Januari dan Februari mendatang akan ada panen raya di beberapa daerah sehingga Pemerintah Provinsi tidak menerima beras impor.
"Kami bukan menolak beras impor tapi kami tidak menerima beras dari luar masuk Jawa Tengah, karena akan ada panen raya, kalaupun ada beras impor masuk pasti akan menjadi permasalahan," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sekda-jateng_20180124_183905.jpg)