Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kasus Penganiayaan

Cekcok di Dalam Angkot, Sang Suami Tega Aniaya Istrinya Hingga Meninggal Dunia

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana bersama timnya tiba di rumah korban, Sabtu (27/1/2018) malam.

Tayang:
Penulis: ponco wiyono | Editor: suharno
ISTIMEWA
Terduga pelaku penganiayaan berujung kematian istri, Nur Khamid, usai digelandang ke Mapolres Kabupaten Semarang, Sabtu (27/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Cekcok di dalam angkutan umum, seorang istri ‎diduga tewas di tangan suaminya.

Peristiwa ini terjadi, hari Sabtu (27/1/2018) lalu, saat Sri Rahayu (39) dan suami tirinya Nur Khamid (40) ribut di dalam angkot bernopol H 1055 BB dan tengah melintas di Desa Bener, Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang..

Ditengarai, Rahayu disiksa sebelum disebut Khamid terjatuh dari angkot yang ia kendarai.

Rahayu merupakan seorang karyawan pabrik briket arang dan beralamat Dusun Macanan RT 07 RW II, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Saat divisum, tubuhnya diketahui mengalami luka lebam di beberapa bagian termasuk sobek pada kepala belakang.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana bersama timnya tiba di rumah korban, Sabtu (27/1/2018) malam.

Baca: Batang Pohon Tiba-Tiba Roboh di Jalan dan Timpa Seorang Pengendara yang Membuatnya Tewas

Di sana ia mendapatkan keterangan jika sebelum kejadian korban bersama terduga pelaku yang tak lain adalah suami korban, Nur Khamid (40) warga Dusun Krajan RT 03 RW II, Bener, Kecamatan Tengaran.

"Mereka suami istri dan menikah siri, sementara saat sedang di dalam angkot di sekitar Desa Bener keduanya sempat cekcok. Terduga pelaku sempat mengantar korban ke Rumah Sakit Tentara Dr Asmir Salatiga. Namun sampai di sana kondisi korban sudah meninggal," jelasnya, Minggu (28/1/2018).

Jenazah perempuan tiga anak tersebut kemudian dibawa pulang ke rumahnya di Dusun Macanan.

Mendengar pengakuan Khamid, pihak keluarga korban tidak percaya begitu saja.

Apalagi pada tubuh korban terdapat luka lebam.

Kesangsian keluarga juga diperkuat keterangan Bidan Desa Tajuk, Reni.

Dari pemeriksaan visum luar tim medis Puskesmas Getasan, tercatat pada jasad Rahayu ada luka lebam di pipi dan lengan kiri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved