Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tokoh Budayawan Ini Sebut Pengelola Wisata Harus Memegang Tata Nilai Kepariwisataan

Ia mencontohkan, antara Goa Hiro dan Goa Kreo di Semarang. Menurut Prie GS, Goa Kreo jauh lebih bagus.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Budayawan Prie GS menjadi narasumber dalam coffe morning pegiat wisata Kota Semarang di Hotel Aston Inn Pandanaran. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nilai dasar kepariwisataan merupakan hal yang sangat penting. Karena, tata nilai kepariwisataan tersebut merupakan ruh yang mampu memunculkan sikap turistik.

Tata nilai sebagai ruh ini akan menjadi tuntunan bagi pengelola tempat wisata untuk mewujudkan konsep seperti yang diinginkan para turis.

Hanya saja, saat ini banyak pengelola wisata yang melupakan tata nilai dasar kepariwisataan itu.

"Kalau sudah turistik, dengan sendirinya akan memunculkan keunikan dan perbedaan mendasar yang tidak dimiliki destinasi wisata lain," kata budayawan sekaligus motivator Prie GS di sela coffee morning Pegiat Wisata di Hotel Aston Inn Pandanaran, Sabtu (27/1/2018).

Baca: Sejumlah Tempat Wisata di Semarang Yang Terlihat Eksotis saat Dikunjungi Malam Hari

Ia mencontohkan, antara Goa Hiro dan Goa Kreo di Semarang. Menurut Prie GS, Goa Kreo jauh lebih bagus.

Namun karena Goa Hiro memiliki nilai, baik batu dan goanya, maka Goa Hiro lebih banyak dikunjungi.

Ia menambahkan, selain memiliki tata nilai, pengelola tempat wisata juga harus konsisten dalam melakukan kreativitas dan inovasi.

Dedikasi yang diberikan, diyakini akan memberikan efek positif dengan sendirinya selama pengelola memegang teguh nilai-nilai kepariwisataan.

Lebih lanjut dikatakan, gerakan dan aktivitas pariwisata sebaiknya tidak hanya pada fisik saja namun lebih menekankan pada ideologi.

Menjadi diri sendiri dengan menonjolkan kearifan lokal, juga dapat menjadi solusi lain untuk meningkatkan daya kunjung pariwisata di Kota Semarang.

"Memang tidak salah sebuah trik destinasi wisata yang menampilkan spot yang instagramable. Namun ada baiknya ditunjang dengan konsistensi karena kalau hanya sekedar spot unik, tempat lain juga menawarkan hal serupa," jelasnya.

Baca: HORE! Nuffic Neso Indonesia Beri Beasiswa Pendidikan di Belanda Bagi Mahasiswa Semarang

Koordinator Pegiat Wisata Kota Semarang Nurul Wahid mengatakan, coffee morning Pegiat Wisata merupakan agenda rutin bulanan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved