Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

FOCUS

Wajah-wajah

Ada yang bilang wajah bagaikan layar "monitor" bagi sebuah perangkat komputer. CPU merupakan hati dan otaknya.

Penulis: sigit widya | Editor: iswidodo
tribunjateng/bram
Sujarwo atau Pak Jarwo wartawan Tribun Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wajah atau muka adalah bagian depan dari kepala pada manusia, meliputi wilayah dari dahi hingga dagu. Wajah terutama digunakan untuk ekspresi wajah, penampilan, serta identitas.

Ada yang bilang wajah bagaikan layar "monitor" bagi sebuah perangkat komputer. CPU merupakan hati dan otaknya. Begitu pula pada manusia, di wajah tercermin banyak hal. sedih gembiranya seseorang dapat dilihat dari wajahnya.

Tapi, tentu saja tidak bisa melihat sepenuhnya seseorang sebatas lewat wajah. Apalagi aktor yang piawai ‘mengelola’ ekspresi wajah.

Soal wajah, sepertinya tak jauh beda dengan pribahasa: Dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa tahu.
Dan, tak lama lagi negeri ini berhias poster wajah-wajah pasangan calon, baik calon gubernur dan wakil, wali kota dan wakil, maupun bupati dan wakil.

Lebih lagi pilkada serentak tahun 2018 ini akan lebih besar daripada Pilkada sebelumnya. Sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi pada ajang pemilihan kepala daerah tahun depan. Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Jika dirata-rata tiap daerah penyelenggara pilkada ada dua pasangan calon, berarti ada 342 pasang yang bertarung. Tiap pasangan tentu saja mencetak ribuan poster wajah untuk dipasang di bebagai tempat strategis, pohon, tiang listrik, pagar, dan sebagainya. Selain poster, wajah merek biasanya terpampang di kalender, spanduk, dan baliho.

Bakal ada jutaan poster wajah-wajah calon kepala daerah yang menghiasi, paling tidak, 171 daerah tersebut, pada masa kampanye, Sesuai agenda KPU RI, tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 itu sendiri yaitu pada tanggal 27 Juni 2018. Sedangkan masa kampanye 100 hari.

Wajah para calon umumnya tersenyum. Bahkan nyaris semuanya pasang wajah seperti itu. Tidak salah, memang, dan aneh jika pasang wajah muram.

Senyum memang bermakna sangat baik. Berbagi bahagia bersama senyuman yang tulus adalah suatu ibadah. Memberikan senyuman untuk semua orang akan memberikan keceriaan karena senyum akan membuka pintu bahagia.

Sebuah pendapat menyebutkan tampilan wajah tidak bisa direkayasa, kalaupun bisa pasti ketahuan mana wajah asli mana yang wajah topeng. Tetapi kalau foto, porter, mudah dikayasa. Lebih lagi ini zaman digital.
Toh tak perlu khawatir. Pemilih zaman now makin pintar, umumnya kaya info tentang rekam jejak para calon, baik lewat medsos dan media, online umumnya. Kendati ada sebagian, bisa jadi, yang masih ‘terpana’ oleh wajah, penampilan.

Akhirnya jadi ingat Emanuel Levinas, wajah telanjang tampak jelas bagi kita dalam diri orang-orang yang tak berdaya. Orang-orang tak berdaya, seperti orang miskin, yatim piatu, orang asing, dan sebagainya, menurut Levinas, memberikan kepada kita penampakan yang jelas dari wajah telanjang itu. (tribunjateng/sujarwo)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved