Berita Semarang
Nelayan Semarang Utara Terdampak Angin Barat, Ini Langkah Pemkot
Masa paceklik melanda kawasan pesisir Semarang, akibat dampak angin barat yang menyebabkan para nelayan tidak dapat melaut.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Masa paceklik melanda kawasan pesisir Semarang, akibat dampak angin barat yang menyebabkan para nelayan tidak dapat melaut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang merespon kondisi itu dengan menyalurkan 400 paket sembako dengan sasaran satu paket untuk satu kepala keluarga.
Baca juga: Perahu Nelayan Terbaik di Logending Kebumen, Empat ABK Selamat
Setiap paket berisi kebutuhan pokok (beras medium 2,5 kilogram, minyak goreng, gula, tepung terigu, susu, serta lauk siap saji) yang dapat langsung dimanfaatkan oleh warga.
"Kita tahu di masa angin barat ini, nelayan bisa tidak melaut selama dua minggu hingga berbulan-bulan. Dalam masa-masa sulit seperti ini, pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi," kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam keterangannya.
Paket sembako itu disalurkan dalam rangkaian kegiatan "Temu Warga Lokal" di wilayah Kecamatan Semarang Utara, Jumat (9/1/2026).
Disebutkan, selain bantuan pangan, Pemkot juga menyiapkan strategi ekonomi alternatif sebagai langkah lanjutan agar nelayan tetap memiliki aktivitas produktif selama tidak melaut.
Di antaranya melalui pengembangan budidaya ikan air tawar berbasis teknologi bioflok yang dinilai masih selaras dengan keahlian para nelayan.
Baca juga: Gelombang Hingga 2,5 Meter Ancam Perairan Pantura Jateng, Nelayan Diminta Waspada
"Kami tidak ingin nelayan benar-benar berhenti beraktivitas dan karena kehidupan laut adalah passion mereka, kami siapkan kegiatan aktivitas ekonomi lain, seperti budidaya ikan air tawar, lalu pengolahan hasil laut seperti kerajinan kulit kerang bagi para perempuan di sini. Kepiye carane ekonomi keluarga tetap bergerak," tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Agustina juga menjanjikan akan mengoordinasikan pembiayaan perbaikan kapal agar nelayan yang terdampak bisa kembali melaut ketika kondisi laut membaik.
“Prinsipnya, kami bantu agar mereka bisa kembali bekerja," imbuhnya. (*)
| Perjalanan Mella Andriani di Dunia Hospitality: Ini Bukan Sekadar Pekerjaan |
|
|---|
| Sate Padang Ajo Manih Semarang Bantah Video Viral Tusuk Sate Dicuci Dipakai Ulang: Kena Busa |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut di Arteri Yos Sudarso Semarang, Pembonceng Motor Jatuh ke Kolong Truk |
|
|---|
| Disebut Pakai Tusuk Sate Dicuci Ulang, Penjual Sate Padang di Gajahmada Semarang Ungkap Kronologinya |
|
|---|
| Menyusuri Arus Gelap Banjir Kanal Barat, Kisah Tim SAR Cari Lansia Hanyut di Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260109_Wali-Kota-Semarang-Agustina-Wilujeng-berbincang-dengan-nelayan_1.jpg)