Kasus Penganiayaan

MENGHARUKAN, Ribuan Pelayat Antar Pemakaman Ahmad Budi Guru yang Dihabisi Muridnya

MENGHARUKAN, Ribuan Pelayat Antar Pemakaman Ahmad Budi Guru yang Dihabisi Muridnya, Jumat 2 Februari 2018

Editor: iswidodo
facebook
Mengharukan. Ribuan pelayat mengikuti prosesi pemakaman almarhum Ahmad Budi Cahyono (27) guru muda ganteng multi talenta yang dianiaya muridnya hingga meninggal dunia, Jumat 2 Februari 2018 

TRIBUNJATENG.COM - Mengharukan. Ribuan pelayat mengikuti prosesi pemakaman almarhum Ahmad Budi Cahyono (27) guru muda ganteng multi talenta yang dianiaya muridnya hingga meninggal dunia.

Mereka para pelayat datang dari berbagai daerah. Selain para murid, orangtua siswa, kalangan pendidik, dan orang-orang yang bersimpati terhadap guru honorer yang dipukul oleh siswanya saat pelajaran seni lukis tersebut.

Iya, guru tidak tetap dengan honor Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu itu dicintai oleh banyak kalangan dan idola para siswanya..

Ahmad Budi Cahyono adalah guru kesenian SMAN 1 Torju, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur yang menghembuskan nafas terakhir setelah dipukul muridnya.

Kepala Dindik Jatim Saiful Rahman turut berduka dan hadir melayat di rumah duka, Jumat (2/2/2018).

Iring-iringan pelayat meneriakkan tahlil, Laa ilaaha illallah sepanjang jalan sambil menandu keranda jenazah guru muda tersebut dari rumah duka menuju tempat pemakaman.

"Semua berduka dan semua sangat kehilangan. Tadi banyak guru ikut melayat di rumah duka. Nanti kami akan menyampaikan keterangan resmi terkait tragedi di dunia pendidikan ini," kata Saiful Rahman dikutip surya (grup tribun).

Apakah Dindik Jatim akan memberi penghargaan khusus kepada Budi, Saiful belum mau menyinggung soal itu.

Baca: Guru Ganteng yang Tewas Ditangan Murid Sebulan Digaji 600 Ribu, Kondisi Istrinya Kini Bikin Sedih

Sementara itu, salah satu rekan korban mengaku sangat kehilangan akan sosok guru ini. "Pak Budi itu kreatif. Jago main musik dan seni," kata salah satu rekan Budi.

Dia sangat prihatin atas musibah yang dialami Budi.

Apalagi sampai kini dia masih berstatus honorer yang hanya menerima gaji maksimal Rp 600.000.

"Tadi kami melayat. Kasihan. Istrinya sedang hamil 4 bulan. Hamil pertama keguguran dan ini hamil kedua," ucap rekan guru ini sambil menahan tangis.

Meninggalnya Ahmad Budi Cahyono, guru SMAN 1 Torju, Kabupaten Sampang, setelah dipukul muridnya mengagetkan banyak orang.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved