Tribun Community

Belajar Bahasa Inggris Bersama Komunitas Easy English Club

Belajar bahasa asing di sebuah lembaga kursus seringkali harus merogoh kantong dalam-dalam untuk mengikutinya.

Belajar Bahasa Inggris Bersama Komunitas Easy English Club
tribun jateng

TRIBUNJATENG.COM - Belajar bahasa asing di sebuah lembaga kursus seringkali harus merogoh kantong dalam-dalam untuk mengikutinya. Padahal, banyak yang berkeinginan belajar bahasa asing, namun terkendala. Adanya komunitas Easy English Club ini bisa menjadi solusi.

Komunitas Easy English Club (EEC) yang dibentuk sejak tiga tahun lalu, kini mulai menggaungkan namanya. Hal ini terlihat dari sejumlah kegiatan yang digelar menunjukkan konsistensi, dalam upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi para anggotanya.

Presiden EEC Semarang, Winda Astuti, mengatakan, komunitas ini berdiri secara resmi pada 28 September 2015. Untuk member yang bergabung, saat ini sudah ada sekitar 400 orang di dalamnya dengan berbagai latar belakang profesi.

Winda juga menuturkan, tujuan dibentuknya EEC berawal dari keinginan memberikan ruang untuk belajar bahasa Inggris, terutama bagi orang-orang yang ingin mendalaminya tapi terkendala dari segi finansial maupun waktu.

"Karena sistem dari komunitas ini dibentuk sebagai organisasi volunteer yang nonprofit. Jadi bagi siapa saja yang mau gabung bisa, kami sangat terbuka silahkan joint saja. Kami juga tidak akan mengenakan biaya sama sekali untuk member yang bergabung," ujar Winda saat dijumpai Tribun Jateng, Sabtu (27/1) malam.

Sementara, untuk kegiatannya sendiri, di EEC ini dibagi menjadi dua hal, yakni diskusi online via grup WhatsApp dan kegiatan tatap muka. Untuk materi yang disampaikan saat diskusi online lebih menekankan pada kemampuan menulis. Sedangkan kegiatan tatap muka, lebih meningkatkan kemampuan verbal saat berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Semua materi yang diberikan ini sudah dikemas sesuai kebutuhan dan tingkatan masing-masing. Menurut Winda, materi yang dibuat ringan dan simpel diharapkan akan lebih mudah dipahami bagi para anggota baru maupun anggota lama.

"Biasanya untuk diskusi online via grup WhatsApp digelar setiap Jumat malam dari pukul 19.00-21.00. Sedangkan untuk kegitan tatap muka atau kami sering menyebutnya kopdar, biasanya dilakukan setiap Sabtu pagi dari pukul 09.00-12.00. Tentunya dari semua rangkaian acara ini, para anggota tidak diperbolehkan menggunakan bahasa Indonesia selama jam diskusi berlangsung," jelas pemilik akun Instagram @windaonme.

Selain kegiatan diskusi dan praktek berbicara mengggunakan bahasa Inggris, EEC juga memiliki kegiatan rutin setiap bulannya. Kegiatan yang digelar minimal setiap satu bulan sekali ini diberi nama social project, yakni program yang membidik anak-anak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dalam lingkup pengabdian masyarakat di bidang akademik.

Sedangkan, untuk dana penunjang kegiatan komunitas, kini EEC menggunakan uang pribadi yang didapatkan dari upah undangan beberapa pihak tertentu. Sekitar 10 persen dari uang yang didapatkan ini nantinya akan masuk ke kas untuk keperluan operasional lainnya.

"Belajar bahasa asing itu tidak susah, asal berani mencoba dan harus diulang berkali-kali. Itulah kenapa di komunitas EEC ini mencoba membangun lingkungan yang nyaman, agar para anggotanya bisa mendapatkan rasa percaya diri serta menjalin kekeluargaan satu sama lain," bebernya.

Winda juga menambahkan, bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang komunitas Easy English Club ini bisa melihat langsung di akun Instagram @easy_ec7. Untuk yang ingin bergabung, bisa menghubungi kontak yang tercantum di akun media sosial dan pastinya tidak akan dikenakan biaya. (*)

Penulis: Nur Rochmah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved